Sekayu, Sumselupdate.com – Alat kontrasepesi pria di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) masih sangat minim peminat. Data Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) Kabupaten Muba, dari 50 pria, hanya enam orang yang mau ikut program tersebut atau hanya 1,6 % dari jumlah tersebut.
“Banyak pria yang beranggapan bahwa dengan mengikuti program KB dapat mengurangi potensi dan membatasi kinerjanya,” ujar Kepala BKBPP Muba Mufasirin Abdullah, SH, Jumat (13/5) .
Dikatakannya, banyaknya anggapan jika KB pria berdampak negative terhadap kesehatan reproduksinya.
“Sebenarnya tidaklah benar jika KB pria itu dapat membahayakan kaum laki-laki, karena masyarakat hanya mendengar saja akan tetapi belum mencoba bagaimana KB pria tersebut,” terang dia.
Padahal, lanjut, Mufasirin, bahwa KB merupakan salah satu cara untuk menekan angka pertambahan jumlah penduduk dan bukan berarti membatasi kelahiran atau seseorang untuk memperoleh anak.
“KB dapat meningkatkan kesehatan seseorang dan kualitas hidupnya. Sehingga banyaknya anggapan negatif selama ini tentang KB ataupun alat kontrasepsi sangatlah salah,” terangnya.
Pastinya, program KB merupakan cara membatasi angka kelahiran di Indonesia, sehingga diharapkan kemiskinan dapat semakin ditekan.
“Untuk menekan angka kemiskinan pertambahan jumlah penduduk harus ditekan. Karena Indonesia kini memiliki jumlah penduduk terbesar nomor empat di dunia,” jelasnya. (est)











