Jalan Palembang-Muratara Ditargetkan Tembus 4,5 Jam

Selasa, 10 Mei 2016
Kepala Dinas PU Muratara Hendriyansyah

Muratara, Sumselupdate.com – Untuk menggebrak pertumbuhan sektor pekonomian di wilayah Daerah Otonomi Baru (DOB), Pemerintah Kabupaten Muratara, merencanakan mempersingkat jalur transfortasi darat menuju Kota Palembang.

Pemerintah Kabupaten Muratara melalui Dinas Pekerjaan Umum memprediksi jika jalur alternatif terbentuk jarak Palembang-Muratara bisa ditempuh dalam waktu 4,5 jam.

Menurut Andri (38), warga Kecamatan Rawas Ilir Kabupten Muratara, saat ini sudah ada jalan alternatif dari Kabupaten Muratara menembus Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Namun jalan itu masih berupa tanah merah dan batu koral. Menurutnya, keberadaan jalan tersebut sangat mempengaruhi sektor perekonomian warga.

“Kalau dulu masyarakat di sini belanja ke Lubuklinggau, tapi sekarang masyarakat lebih senang belanja ke Palembang langsung karena jarak tempuh lebih dekat lewat sini” katanya, Selasa (10/5).

Dikatakannya, masyarakat di sekitar Kecamatan Rawas Ilir, Muratara,  sangat mendukung upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas jalan alternatif menjadi jalan beraspal. Sehingga distribusi dan transportasi semua produk ekonomi dapat lancar masuk ke wilayah Muratara.

“Kalau sekarang produk luar masih masuk dari Jalinsum Muba-Mura-Linggau lalu baru ke Muratara. Kita harap untuk ke depan semua jenis produk itu bisa masuk langsung dari arah Muba ke Muratara,” ucapnya.

Dia mengatakan, dengan masuknya produk dari luar daerah langsung ke wilayah Muratara. Setidaknya, dapat mengurangi biaya akomodasi transfortasi maupun biaya pengangkutan barang.

“Kalu sekarang masih banyak barang masuk dari Lubuklinggau harga mahal. Nah, kita ingin nanti semua produk langsung masuk dari Palembang ke Muratara, jadi biaya angkut bisa lebih efesien otomatis dapat mempengaruhi harga pasar biar lebih murah,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Dinas PU Muratara Hendriyansyah mengatakan, pengerjaan jalan alternatif Muba-Muratara telah dimulai pada 2015. Untuk merealisasikan aspirasi masyarakat, pengerjaan pembangunan tersebut dilakukan secara bertahap.

“Kita bangun dua jalur untuk menembus ke Kabupaten Muba, satu jalur dari Jalan Simpang Nibung-TebingTinggi-Batas Muba, Batang Hari Leko, ‎76 Kilo meter dan jalur ke dua dari Jalan Bingin Teluk-Batas Muba- 31,8 kilometer,” katanya.

Dia tidak menampik, jika jalur tersebut sudah terhubung dengan sempurna, maka jarak tempuh dari Kabupaten Muba Ke kota Lubuklinggau menggunakan jalur Muratara, hanya membutuhkan waktu sekitar 2 jam. “Sudah tentu jalur alternatif ini sangat menguntungkan kita, karena posisi ini sangat strategis,” ucapnya.

Dinas Pekerjaan Umum Muratara memprediksi, ada beberapa point yang mesti diperhatikan dalam pembangunan jalan alternatif tersebut. Seperti lokasi di sepanjang simpang Tebing tinggi yang mesti menggunakan rigit beton karena merupakan lokasi gambut.

“Mungkin ada beberapa titik yang akan kita pasang rigit beton karena tanahnya labil karena sering terendam banjir. Dari arah Karang Dapo Ke Rawas Ilir juga akan kita pasang rigit beton,” katanya.

Pihaknya meminta kepada seluruh masyarakat di wilayah Muratara tetap bersabar, karena saat ini pengerjaan proyek jalan alternatif tersebut terus di kerjakan kendati secara bertahap karena terbatas anggaran.

“Kita tahun ini akan pioritaskan jalan di Ulu Rawas dulu. Nah, tahun depan kita sudah bisa eksekusi jalan Rawas Ilir hingga tuntas,” imbuhnya. (ain)‎

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts