Menuju PON 2020, KONI Tegaskan Penerapan Sistem Promosi dan Degradasi

Kamis, 9 Maret 2017
Kontingen Sumsel pada PON Jabar 2016 lalu.

Palembang, Sumselupdate.com – Menuju multievent bergengsi nasional pada PON 2020 mendatang di Papua mendatang tampaknya menjadi pekerjaan besar bagi Komite Olahraga Nasional (KONI) Sumatera Selatan.

Pasalnya, Sumsel tak ingin terus terpuruk dengan prestasi rentetan PON yang didapat belakangan ini.

Read More

Berangkat dari hal tersebut, program Sriwijaya 2020 diharapkan dapat memperbaiki catatan prestasi Sumsel di bidang olahraga dengan sistem promosi, degradasi, hak dan kewajiban atlet.

Namun, meski telah melaksanaan kegiatan sejak Januari lalu, program pembinaan prestasi bertajuk Sriwijaya 2020 baru didefinitifkan.

Sosialisasi program pembinaan atlet tersebut pada Pengurus Provinsi (Pengprov) cabang olahraga di Sumsel, baru dilakukan oleh pihak KONI Sumsel pada hari yang sama. Ke depan, pelaksanaannya tidak akan mengalami kendala karena hampir mirip dengan program sebelumnya seperti Sumsel Bakin 2005, Sriwijaya Emas 2007, HPP 2011 dan lain-lain.

“Tinggal kita menyampaikan pedoman atau regulasi tentang Sriwijaya 2020 ini, baik degradasi, hak dan kewajiban atlet serta segala macam,” ujar Wakil Ketua Bidang IV Pembinaan dan Prestasi KONI Sumsel, Samsu Ramel, Kamis (9/3/2017).

Program itu sendiri merupakan pembinaan untuk atlet yang telah meraih medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 di Jabar lalu.

Setelah didata, mereka mendapat total 60 atlet yang masih bisa ikut di PON 2020 Papua mendatang. Penseleksian tersebut berdasarkan kecukupan usia mereka di PON 2020 mendatang.

Dengan program tersebut, prestasi atlet diharapkan tidak akan mengalami penurunan grafik. Sebab, ke-60 atlet yang masuk dalam monitor tersebut akan diawasi betul untuk persiapan PON 2020 di Papua mendatang dan Kejuaraan Nasional di masing-masing cabang olahraga (cabor).

“Kontrak mereka seharusnya sampai 2020. Tapi minimal per tahun, dan diperpanjang sesuai prestasi mereka. Kalau mereka mengalami degradasi, jelas diputus,” tegasnya.

Pun demikian, meski baru tahap sosialisasi, peluncuran program tersebut belum bisa dipastikan kapan. Melihat reaksi Pengprov yang hadir, banyak yang sebenarnya telah menunggu program semacam itu. Karena, pasca PON para atlet belum mendapat program pembinaan lagi.

“Tinggal buku panduan dan regulasi akan ditandatangani oleh Ketua Umum KONI Sumsel. Kalau sudah ditandatangani, ya kita launching. Kita harap sih, berbarengan dengan pemberian bonus medali PON kemarin,” pungkasnya. (sbw)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts