Walah, Giliran SatPol PP OKU Disindir oleh Kuryana

Jumat, 10 Februari 2017
Bupati Kuryana saat bertanya pelayanan pada warga saat sidak disalah satu dinas belum lama ini.

Bupati Kuryana saat bertanya pelayanan pada warga saat sidak disalah satu dinas belum lama ini

Baturaja, Sumselupdate.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Ogan Komering Ulu (OKU), jadi sasaran kemarahan Bupati OKU Drs Kuryana Azis. Pasalnya, Kuryana melihat selama ini kinerja dinas tersebut belum maksimal sesuai tugas dan fungsi (tupoksi).

Read More

“OKU peringkat 3 HIV/AIDS, artinya semua lini harus bekerja menanggulanginya. Nah, salah satu tugasnya Pol PP menindak tempat-tempat yang disalahgunakan seperti Salon dll,” tegas Kuryana, Jumat (10/2/2017).

Menurut sepengetahuan orang nomor satu di bumi Sebimbing Sekundang itu selama ini masih ada tempat-tempat yang disinyalir dijadikan tempat praktek prostitusi terselubung, salah satunya yakni di salon-salon dan kafe remang-remang.

“Tidak menutup kemungkinan seperti tempat salon-salon terselubung yang dijaga oleh para oknum waria yang menawarkan praktek asusila. Mereka terkadang dengan sengaja menawarkan para wanita-wanita penghibur untuk melakukan seks bebas. Tolong Pol PP tindak tegas salon-salon terselubung ini,” perintahnya.

Tak hanya salon dan kafe-kafe, kehadiran anak Punk di Kota Baturaja juga menjadi perhatian Kuryana. Menurutnya kehadiran mereka membuat resah masyarakat, karena tak jarang aksi para anak jalanan ini kerap mengarah ketindakan kriminal dan asusila. Tentunya hal ini sangat menganggu ketertiban di tengah masyarakat.

“Bisa kita lihat, terkadang anak punk itu ada yang perempuan, mereka kumpul di bawah jembatan, dan mungkin saja mereka melakukan seks bebas dan ini bisa saja terjadi penyakit menular,” ujarnya.

Tak ingin anak punk ini masih berkeliaran di OKU, Bupati OKU memerintahkan kepada pihak Pol PP agar menindak secara tegas setiap anak punk yang sering nongkrong di OKU. Jika anak Punk tersebut berasal dari luar OKU kembalikan ke daerah masing-masing, tapi jika dari OKU maka lakukan pembinaan.

“Kita belum ada pantinya, jadi jika mereka dari luar OKU kembalikan ke daerahnya, kalau dari OKU panggil orang tuanya, lakukan pembinaan. Nah yang susahnya ini terkadang mereka tidak bisa dibina, tolong segera beri tindakan,” terangnya.

Lebih jauh dikatakan Kuryana, dahulu Pemkab OKU pernah melakukan kerjasama tim razia terpadu dengan pihak Polres OKU, tapi kurang berjalan dan akhirnya bubar, untuk ia meminta kepada Pol PP untuk membentuk tim kembali bersama Polres OKU agar bisa melaksanakan razia.

“Kalau ada salon-salon atau kafe-kafe yang tak berizin dan termasuk kategori terselubung segera ditindak, tidak perlu menunggu apa-apa lagi, bila perlu obrak-abrik, memang seharusnya tidak mudah mengeluarkan izin salon dan cafe karena itu ada syarat khusunya jadi tindak tegas yang tak berizin,” pungkasnya. (wid)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts