Ketua GNPF MUI, Bachtiar Nasir: Alllah Telah Turunkan Izzah bagi Umat Islam Indonesia

Minggu, 15 Januari 2017
Ribuan jamaah ikut subuh berjamaah di Masjid Al Azhar, Jakarta, Minggu (15/1)

Jakarta, Sumselupdate.com – Ribuan orang melaksanakan shalat Shubuh berjamaah di Masjid Al-Azhar di Jalan Sisingamangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Ahad (15/1). Di hadapan jamaah shalat Shubuh berjamaah yang merupakan rangkaian kegiatan acara Tabligh Akbar Politik Islam itu, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI, Bachtiar Nasir menyampaikan pesan tentang modal utama umat Islam pasca aksi besar 411 dan 212.

“Allah telah turunkan izzah Islam kepada Muslim di Indonesia setelah kasus Almaidah 51. Tapi izzah Islam yang diturunkan oleh Allah kepada umat Islam dipahami secara gagal oleh kaum munafik dan sebagian besar nonmuslim,” ujarnya.

Read More

Menurutnya, kalau aparat mau sadar apa yang diperjuangkan umat Islam, maka akan paham umat Islam di Indonesia tidak seperti yang dituduhkan selama ini. Yakni seolah olah akan makar, teroris hingga seperti seorang politisi senior menuduh Islam sebagai ideologi tertutup bahkan umat Islam sebagai peramal masa depan.

Ia berpesan kepada Presiden, saat ini keinginan umat Islam di Indonesia untuk bersatu sudah sangat kuat. Namun, kenyataannya ada kekuatan yang ingin merontokkan satu per satu para ulama dengan ghirah umat Islam yang sedang muncul ini.

“Ingat kepada mereka yang ingin melemahkan umat, kekuatan ini tidak bisa dibendung. Izzah Islam mereka mencintai Allah dan mencintai serta santun kepada sesama umat Islam, tapi tegas dengan non-muslim dan siap berjihad di jalan Allah,” ujarnya.

Kalaupun umat Islam ingin mengembalikan supremasi kekuatan Islam di Indonesia, lanjutnya, itu karena sesuai dengan perintah Allah Swt dalam Alquran.

“Saya ingin pesankan, pertama ini bukan soal khilafah dan soal imarah. Ini perlu saya tegaskan karena ada yang disalahpahami oleh aktivis Islam,” tegasnya.

Dia mengingatkan, ghirah Islam ini kalau tidak dikelola dengan baik maka akan terjadi gagal paham. Revolusi umat Islam ini bukan kekerasan merusak fasilitas dan menggulingkan pemerintah. Tapi umat Islam ingin meraih kembali harga diri dan kehormatannya melalui pemilihan yang sah, dan ingin keadilan bagi mereka yang merendahkan agama Islam.

Bachtiar yang juga Sekjen Majelis Intelektual Ulama Muda Indonesia ini.menambahkan, selama ini kondisi gerakan liberal dan kapitalis sudah mengambil dan menjajah separuh Indonesia. Sekarang, bebernya, masuk lagi komunis yang ingin mengambil setengahnya. Karena itu, izzah Islam yang telah tumbuh saat ini harus dijaga untuk melawan kekuatan-kekuatan itu.

Dia pun mengajak jamaah untuk terus memelihara semangat shalat Shubuh di masjid-masjid yang kini jumlahnya sudah hampir sama dengan shalat Jumat. Selain itu, para pemimpin diharapkan dekat dengan rakyat agar kepemimpinannya diberi keberkahan.

“Jadi calon pemimpin Islam dan yang memimpin negara ini kuncinya kalau mau barokah cukup dekat dengan rakyat,” ujarnya. (shn)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts