Baturaja, Sumselupdate.com – Provinsi Sumatera Selatan sampai detik ini, masih kekurangan 7.600 guru sekolah dasar (SD). Karenanya diharapkan pemerintah kabupaten/kota di Bumi Sriwijaya agar saat penerimaan CPNS nanti lebih memfokuskan mengangkat guru honor untuk dijadikan pegawai negeri sipil (PNS).
Hal itu disampaikan Ketua PGRI Sumsel, Zuliyanti, saat menghadiri Konferensi Daerah Ke XXV PGRI OKU di gedung sanggar kesenian Baturaja.
Dia menjelaskan, pihaknya saat ini masih menunggu moratorium dari pemerintah pusat prihal berapa banyak guru honor di Sumsel yang bisa diangkat menjadi PNS. “Mudah-mudahan pada 2017 ini bisa direalisasikan pusat pengangkatan tersebut, sehingga kekurangan tenaga pendidik di daerah ini bisa diatasi” tegasnya.
Selain masalah pengangkatan guru honor, Zuliyanti dihadapan Bupati OKU, H Kuryana Azis juga menyampaikan prihal upaya apa saja yang sudah dilakukan PGRI Sumsel untuk meningkatkan kesejahteraan para guru.
Salah satunya mengusulkan kepada Presiden RI, Joko Widodo agar menghapuskan program Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau karya ilmiah kepada para guru yang ingin mengurus kenaikan pangkat. Pasalnya, program itu dinilai terlalu membebani para pendidik, sehingga banyak yang tidak konsen mengajar saat mengurus kenaikan pangkat.
“Saat ada guru yang mau ngurus kenaikan pangkat, maka yang bersangkutan bisa dipastikan akan sibuk selama beberapa pekan sehingga anak didiknya banyak yang terlantar. Jika mereka tidak fokus, maka PTK tidak mungkin bisa selesai dibuat dan tentu kenaikan pangkat tak bakal bisa didapatkan,” sesalnya.
Selain itu lanjut dia, pihaknya juga telah meminta kepada pusat agar mempermudah persyaratan yang dibebankan kepada guru saat mau mengurus sertifikasi, sehingga seluruh guru bisa sejahtera.
Sementara untuk di OKU sendiri, Zuliyanti berharap, Pemkab bisa membantu para guru untuk meraih gelar strata 1 (S1).
“Alangkah baiknya kalau biaya kuliah khusus untuk guru 50 persen ditanggung pemda dan Universitas Baturaja selaku satu-satunya perguruan tinggi yang ada program pendidikan keguruan di sini supaya memberikan diskon 50 persen bagi pahlawan tanpa tanda jasa yang mau kuliah, sehingga seluruh guru di OKU kedepan sudah bisa berijazah S1,” harapnya.
Sementara Ketua PGRI OKU, Ahmad Tarmizi mengaku, siap mendukung seluruh program kerja yang akan dilakukan provinsi, apalagi yang menyangkut masalah kesejahteraan para guru. “Di OKU sendiri perhatian Pemkab terhadap guru selama ini sangat besar sekali, seperti pemberian reward berupa umroh bagi guru berprestasi dan penghargaan lainnya,” kata Tarmizi.
Bukti lainnya kalau Pemkab OKU sangat memperhatikan kesejahteraan para guru ungkap Tarmizi, adalah dengan lancarnya pembayaran uang sertifikasi guru. “Begitu dananya dari pusat cair, maka langsung kami masukkan ke rekening para guru,” tegasnya.. (yan)











