Palembang, Sumselupdate.com – Sebagai bentuk realisasi untuk menjadikan insan-insan akademik yang memilki kemampuan Personal, Akademikal dan Profesional, program studi Tasawuf dan Psikoterapi UIN Raden Fatah Palembang melakukan Pembekalan dan pelepasan mahasiswa PPL dan Magang di lima tempat yang berbeda, Junat (1/11/2019).
Kelima tempat itu yaitu di Rumah Sakit Jiwa Ernaldi Bahar, LKTM Kemenkes RI, Holistic Medical Centre, Ponpes Nurul Qomar dan Laboratorium Tapsitera.
PPL dan Magang ini diikuti 46 mahasiswa Prodi Tasawuf Psikoterapi semester tiga untuk mata kuliah Kesehatan mental 2 SKS selama tiga minggu di RSJ Ernaldi Bahar, Psikoneuroimunologi 1 SKS selama dua minggu di RSJ. Ernaldi Bahar dan dasar -dasar akupuntur 1 SKS selama dua minggu di Klinik Holistic Medical Centre.
Kemudian Fitofarmaka (Herbal) 1 SKS selama dua minggu di Loka Kesehatan Masyarakat Tradisional Kemenkes RI serta pondok pesantren selama dua minggu atau 1 SKS untuk mata kuliah bimbingan konseling, komunikasi terapeutik dan psikologi perkembangan.
Kepala Prodi Tasawuf dan Psikoterapi H Wijaya, mengatakan sebelum dilepas untuk Praktek Pengalaman Lapangan (PPL), mahasiswa sudah dibekali praktikum laboratorium 1 SKS, mata kuliah Ilmu kesehatan dasar selama tiga minggu.
“Prodi ini merupakan prodi baru, maka harus mampu melakukan akselerasi kalau tidak akan ketinggalan dengan prodi-prodi lainnya. Saya berkeinginan sesuai amanat Rektor UIN Raden Fatah, Prodi ini harus mampu menjadi pioner yang mengintegrasikan model sebuah ilmu Kesehatan yang bersifat konvensional dan tradisional,” ujarnya.
Dalam sambutannya Dekan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Raden Fatah menyampaikan, apresiasi terhadap terobosan-terobosan yang dilakukan oleh Ka Prodi Tasawuf Psikoterapi.
“Kita beruntung karena H. Wijaya ini berkenan menjadi Ketua Prodi Tasawuf Psikoterapi,” ucapnya.
“Beliau bukan hanya dikenal sebagai figur tokoh yang berkiprah di level Nasional dan Pengusaha sukses tapi beliau juga bertangan dingin dalam mengelola sesuatu, terobosan terobosan beliau menjawab semua apriori terhadap keberadaan prodi Tasawuf Psikoterapi ini,” tambahnya.
Di kesempatan yang sama Rektor UIN Raden Fatah Palembang yang di wakili oleh Kepala Biro Mirwan Fasta menyampaikan bahwa Kiprah Prodi Tasawuf dan Psikoterapi di bawah kepemimpinan H. Wijaya, mencuri perhatian jajaran pimpinan UIN Raden Fatah sendiri.
Apalagi metode pengobatan yang bersifat alamiah, Ilmiah dan Ilahiah sering membuat orang bertanya tanya apa ini? Tetapi saat ini setelah di paparkan H. Wijaya tadi terjawablah sudah dengan tiga matra terapi berupa, terapi fisik dengan metode akupuntur, akupresure dan herbal ini Alamiahnya, terapi jiwa dengan metode pendekatan psikologi ini pendekatan ilmiahnya dan terapi mental dengan terapi sufi healing inilah pendekatan Ilahiahnya terjawablah sudah yang menjadi tabir saya pribadi selama ini.(











