Laporan: Rahmat Agusman
Martapura, Sumselupdate.com – Walau dengan keterbatasan fasilitas dan kondisi yang ada, Suyono, S.Pd salah satu guru honorer murni SMP Negeri II Madang Suku I Kabupaten OKU Timur menorehkan prestasi.
Guru penggerak ini lolos untuk mengikuti kegiatan School Leadership Workshop (SLW) yang kemungkinan akan dikirim ke Singapura.
Keberhasilan lolos untuk mengikuti kegiatan School Leadership Workshop (SLW) berkat dukungan dari Kemendikbud Kabupaten OKU Timur yang bekerja sama dengan NIE Singapura.
Dari 2395 guru penggerak se Indonesia yang mengikuti seleksi ini, hanya 50 orang guru penggerak angkatan IV yang lolos dan mengikuti School Leadership Workshop (SLW) di Singapura.
Dari 50 peserta yang lolos seleksi se Indonesia, 5 orang diantaranya merupakan guru penggerak dari Sumsel. Salah satunya dari OKU Timur.
Kepala dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wakimin S.Pd. MM. melalui Kabid PTK Disdikbud OKU Timur DR. Erwin M.Pd. mengucapkan, prestasi Suyono S.Pd sangat membanggakan, karena untuk lolos SLW, ia harus bersaing dengan banyak peserta se-Indonesia.
“Keberhasilan Suyono lolos mengikuti kegiatan School Leadership Workshop (SLW) walau dalam keterbatasan fasilitas dan kondisi yang ada harus mampu melewati beberapa tahapan tes, baik bidang akademik, wawancara dan pengumpulan RTL melalui daring,” terang Erwin. Selasa, (28/2/2023).
Erwin menjelaskan, Suyono merupakan salah satu kader lanjutan kepemimpinan pembelajaran di sekolah yang terjaring melalui program guru penggerak, bersama 50 peserta lainnya se-Indonesia dan menjadi satu-satunya perwakilan Kabupaten OKU Timur.
“Selepas mengikuti SLW, diharapkan akan menjadi agen perubahan pendidikan khususnya di Kabupaten OKU Timur dengan bersinergi bersama Dinas Pendidikan,” ungkas Alumnus program doctoral UPI ini.
Sementara saat dikonfirmasi oleh awak media, Suyono Spd mengatakan, dirinya saat ini menjalani saja dan menjadikan amanah ini sebagai wadah belajar dan menambah pangalaman.
“Untuk saat ini saya hanya mengikuti saja dahulu. Apapun tindak lanjut program ini yang penting belajar dan mencari pengalaman,” ujar pria lajang 27 tahun ini. (**)











