Laporan: Endang Saputra
Muaraenim, Sumselupdate.com – Masyarakat Desa Lingga, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muaraenim, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) akan menggelar demo besar-besaran ke PTBA.
Rencana unjuk rasa ini lantaran PTBA dan sub kontraktor diduga telah ingkar janji terhadap perjanjian dengan masyarakat Desa Lingga terutama dalam hal penerimaan tenaga kerja lokal (pribumi).
Demo tersebut akan digelar di Akses Banko Barat Desa Lingga, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muaraenim, Selasa (6/9/2022).
Koordinator Aksi Amat Nangwi yang didampingi Divisi Legal dan Hukum Alyus Taufik Cikdin dan rekan mengungkapkan dalam aksi tersebut nanti, pihaknya akan menyampaikan beberapa tuntutan kepada PTBA dan sub kontraktor-nya terutama yang beroperasi di tambang Banko Barat.
“Kami menilai, PTBA dan sub kontraktor telah ingkar janji, padahal areal pertambangan Banko Barat tersebut adalah tanah nenek moyang masyarakat Desa Lingga. Maka itu, kami menuntut hak kami ke PTBA dan sub kontraktor-nya,” ungkapnya.
Amat Nangwi mengatakan masyarakat Desa Lingga meminta surat perjanjian lama tentang penerimaan tenaga kerja pribumi (lokal) yang dibuat pada tahun 1999–2011–2015, minta diperbaharui dan diterapkan dari 30 persen menjadi 50 persen di setiap penerimaan Perusahaan yang ada di wilayah Banko Barat Desa Lingga.
“Kemudian, Pihak PTBA dan sub kontraktor berkewajiban memberikan pelatihan dalam bentuk magang berkelanjutan sampai peserta pelatihan di pekerjakan. Lalu, CSR Bukit Asam dan sub kontraktor lainnya wajib berkontribusi kepada masyarakat Desa Lingga sebesar 2,5 persen dari anggaran dana yang akan dikeluarkan CSR,” tegasnya.
Lebih lanjut ia menegaskan demo yang akan mereka lalukan ini murni berasal dari aspirasi masyarakat.
“Demo kami pada hari Selasa (6/9/2022) lusa, yang akan kita mulai pukul 06.00 sampai pukul 18.00 di jalan akses Banko Barat Desa Lingga, murni aspirasi masyarakat. Kami hanya menuntut Hak selaku Pribumi terhadap Instansi Perusahaan yang terkait di Wilayah Banko Barat, masa kami Pribumi hanya menjadi penonton dan hanya mengisap debu saja,” pungkasnya.
Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PTBA Apollonius Andwie C belum bisa dikonfirmasi terkait persoalan tersebut lantaran saat dihubungi telepon genggam tidak diangkat dan dihubungi melalui aplikasi WhastApp tidak direspon. (**)











