Warga Blitar Terlantar di Banda Aceh Dipulangkan Atas Bantuan Haji Uma

Writer: - Selasa, 11 November 2025
Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) dapil Aceh, H Sudirman Haji Uma (Foto; Sumselupdate.com/Humas DPD RI).

Banda Aceh, Sumselupdate.com – Nur Evasari (26), wanita asal Kelurahan Salam, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur yang terlantar di Banda Aceh dipulangkan ke kampung halamannya melalui Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar, Minggu (9/11/2025) pukul 14.00 WIB.

Eva diantar ke Bandara SIM oleh tim dari Rumah Singgah Dinas Sosial Banda Aceh dan Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK) Meuraxa Kota Banda Aceh yang selama ini menampung dan mendampingi paska diserahkan masyarakat karena ditermukan terlantar.

Read More

Selain itu hadir tim H Sudirman Haji Uma anggota DPD RI yang turut melepas keberangkatan Eva.

Berdasarkan informasi dari tim Haji Uma, Eva akan transit terlebih dahulu di Bandara Soekarno Hatta, Banten dan penerbangan ke Bandara Juanda Surabaya, Jawa Timur akan dilanjutkan sekitar pukul 20.40 WIB.

Proses pemulangan Eva tidak terlepas dari peran Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) dapil Aceh, H. Sudirman Haji Uma yang membantu biaya tiket pesawat Banda Aceh-Surabaya.

Haji Uma mengetahui kisah miris Eva yang terlantar di Banda Aceh setelah mendapat informasi dari Misra Yana, Ketua Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK) Aceh yang juga TKSK untuk Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh dalam pertemuan silaturrahmi dengan Sekretaris Dinas Sosial Aceh dan jajaran serta perwakilan Pilar Sosial dan sejumlah relawan di Aula Dinas Sosial Aceh, Kamis (6/11/2025).

Mendapat informasi tersebut Haji Uma langsung menyatakan siap membantu pemulangan Eva. Setelah menyelesaikan pertemuan di Aula Dinas Sosial Aceh, Haji Uma didampingi tim TKSK Aceh, sempat mengunjungi rumah singgah Dinas Sosial Kota Banda Aceh tempat Eva ditampung.

Kepada Eva, Haji Uma berjanji membantu biaya pemulangan ke Jawa Timur. Bahkan Haji Uma membantu biaya perbaikan HP milik Eva agar dapat berkomunikasi dengan keluarga.

Haji Uma juga ikut membantu biaya kebutuhan di rumah singgah sebelum Eva dipulangkan.

Haji Uma menyampaikan rasa syukur dan mengapresiasi semua pihak yang telah membantu Eva selama di Banda Aceh dan proses pemulangannya ke kampung halamannya.

Dia berharap agar Eva segera dapat berkumpul dengan pihak keluarganya.

Dia juga mengaku miris mendapat informasi dari Misra Yana, Ketua TKSK Privinsi Aceh terkait kondisi Eva.

Apalagi diketahui Eva berasal dari keluarga miskin yang sudah tidak punya ibu dan bapaknya sudah lanjut usia. Bantuan bagi Eva juga bagian dari solidaritas dan kepedulian bagi sesama atas nama kemanusiaan.

“Saya merasa miris dan tergerak  membantuk sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas kemanusiaan. Apalagi, banyak warga Aceh diperantauan baik di dalam maupun diluar negeri. Harapannya, saling bantu dan peduli juga akan di dapati warga Aceh yang mengalami musibah dan kemalangan di perantauan”ujar Haji Uma.

Haji Uma yang selama ini kerap membantu warga Aceh diperantauan mengaku dapat merasakan apa yang dirasa Eva karena demikian juga yang dirasakan warga Aceh di perantauan saat di timpa musibah di negeri orang.

Karena itu, dia memberi apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah peduli dan membantu Eva setelah terlantar di Aceh.

Berdasarkan informasi dari Misra Yana (Ketua TKSK Provinsi Aceh) sebagaimana disampaikan kepada Haji Uma, Nur Evasari ditemukan terlantar di terminal bus Banda Aceh.

Selanjutnya masyarakat melaporkan kepada Dinas Sosial Kota Banda Aceh dan ditempatkan di rumah singgah dan turut mendapatkan pendampingan sosial.

Eva datang ke Aceh tahun 2024 karena dijanjikan kerja oleh seorang warga Kabupaten Aceh Jaya. Bahkan dijemput langsung di Blitar, Jawa Timur.

Keluarga Eva mengizinkan karena dijanjikan kerja. Namun setelah beberapa bulan berada di Aceh Jaya, Eva tidak kunjung diberikan pekerjaan seperti dijanjikan.

Eva pun sempat lari ke daerah Pekanbaru  (Sumatera Selatan) dan Medan (Sumatera Utara). Namun setelah beberapa bulan ia kembali ke Aceh Jaya, namun tetap tidak diberikan pekerjaan.

Pada Oktober lalu, ia lari ke Banda Aceh untuk mencari kerja guna mengumpulkan biaya untuk pulang ke Jawa Timur.

Namun ia malah terlantar dan dilaporkan warga setempat kepada Dinas Sosial Kota Banda Aceh.

Setelah ditempatkan dirumah singgah, dia didampingi TKSK yang juga melakukan penjangkauan ke keluarga Eva di Jawa Timur dan berharap bantuan agar anaknya dapat kembali.

Saat bertemu Haji Uma dirumah singgah Dinas Sosial Kota Banda Aceh di Gampong Lamjabat, Kecamatan Meuraxa, Eva berharap bantuan biaya agar dapat kembali ke kampung halaman di Blitar, Jawa Timur.

Matanya berkaca saat Haji Uma menyatakan siap membantu.

(**)

 

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts