Palembang, Sumselupdate.com -Pandemi Covid-19 menimbulkan dampak yang luar biasa dan berujung pada munculnya 85 ribu Kepala Keluarga (KK) warga miskin baru (Misbar) di Kota Palembang. Pemerintah mengupayakan agar seluruhnya mendapatkan bantuan sembako pasca Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) ini.
Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda mengatakan, pada PSBB tahap pertama, Pemerintah Kota Palembang telah memberikan bantuan kepada misbar sebanyak 49.669 KK. Lantaran adanya PSBB tahap kedua, pemerintah juga memberikan sembako lanjutan kepada misbar tambahan.
“Pada tahap kedua kemarin itu ada tambahan sekitar 33 KK misbar. Bantuan sembakonya sedang berjalan,” katanya usai memberikan bantuan sembako ke warga di pinggiran Sungai Musi bersama komunitas Forci, Sabtu (27/6/2020).
Fitri mengatakan, pada masa Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan saat ini, usulan pembagian sembako sedang dipelajari agar tidak menyalahi dan akan diupayakan. “Kami upayakan agar 85 ribu KK misbar ini mendapatkan bantuan sembako lagi,” katanya.
Status Palembang pasca PSBB dihentikan ini masih siaga, tanggap darurat dan transisi itu yang ditetapkan pusat, sehingga status tanggap darurat belum dicabut otomatis jaringan pengaman sosial terus disalurkan.
“Sehingga baik itu instasi atau komunitas mana saja yang ingin membantu masyarakat di tengah pandemi ini kami persilakan,” katanya.
Pengurus Fortuner Owner Club Indonesia (Forci) Sumsel Iwan Faisol mengatakan, bantuan sosial kepada masyarakat di pinggiran Sungai Musi ini akan sangat bermanfaat di tengah pandemi saat ini. “Kami ini sebagian besar pelaku UMKM, yang memang dampaknya cukup terasa. Tetapi kita tetap upayakan untuk berbagi kepada masyatakat yang membutuhkan,” katanya. (Iya)











