Untuk Transmigrasi, Tempirai Barat Siapkan Lahan 900 Hektar

Jumat, 19 Juli 2019

PALI, Sumselupdate.com – Dedi Handayani, Kepala Desa Persiapan Tempirai Barat, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten PALI menegaskan, jika sampai program transmigrasi batal terlaksana, ia akan menuntut oknum mahasiswa yang melakukan unjuk rasa beberapa waktu lalu untuk bertanggungjawab.

“Mereka berdemo tanpa data dan tidak melakukan survey ke masyarakat terlebih dahulu. Karena yang menginginkan program ini adalah masyarakat. Harusnya, mereka bertanya dulu kepada saya selaku pemerintah desa. Kalau sampai gagal program transmigrasi tersebut, para pendemo harus tanggungjawab,” tegasnya.

Read More

Dedi juga menjelaskan bahwa masyarakat setempat telah menyiapkan lahan seluas 900 hektar untuk dijadikan kawasan transmigrasi.

“Lahan tersebut, sebelumnya pernah dikelola oleh masyarakat. Namun, karena banyak hama, ditinggalkan dan masyarakat pada saat itu lebih memilih menjadi petani karet. Namun sekarang, kondisinya menjadi semak belukar dan telah tumbuh kayu-kayu besar,” terang Dedi.

Dia berharap, adanya program transmigrasi tersebut bisa meningkatkan PAD Kabupaten PALI dari sektor pertanian.

“Sementara, untuk transmigran lokal, kami sudah mendatanya. Dan itu dipilih sesuai dengan aturan dan syarat yang telah ditetapkan oleh Dinas terkait. Kami mempunyai target menjadi kawasan transmigrasi tersebut sebagai kawasan transmigrasi percontohan,” tutupnya.

Sebelumnya, diketahui program transmigrasi dari Kementerian Transmigrasi akan membuka lahan tidur di Desa Tempirai Barat dan Tempirai Selatan Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten PALI, di mana 60 persen transmigran berasal dari warga setempat dan 40 persen transmigran dari Jawa Tengah. (adj)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts