Stanley Harsha Rekomendasikan AS Adopsi Sistem Demokrasi dan Budaya Indonesia

Kamis, 22 Desember 2022
Gelora Talks bertajuk 'Geopolitik Outlook 2023' di Jakarta, Rabu (21/12/2022)

Jakarta, Sumselupdate.com – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta menilai ekonomi Indonesia relatif tangguh dan bisa bertahan di tengah krisis global saat ini. Hal ini  menumbuhkan sebuah harapan, bahwa ekonomi Indonesia tidak akan mengalami ‘kegelapan’  tahun 2023.

“Kita patut bersyukur,  ekonomi Indonesia di tengah krisis global relatif bisa bertahan. Tapi seperti taman, kalau yang lain layu, kita mekar sendiri rasanya juga tidak mungkin, ” kata Anis Matta dalam Gelora Talks bertajuk ‘Geopolitik Outlook 2023’ di Jakarta, Rabu (21/12/2022).

Dana Moneter Internasional (IMF) sendiri telah memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi 2023 menjadi 2,7% dari  2,9%. Proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia tahun ini tidak berubah, yakni pada 3,2%.

Sementara pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2023 sebesar 5,3%, sejalan dengan proyeksi pada rentang 4,7% hingga 5,1% dari berbagai lembaga internasional.

Menurut Anis Matta, melihat data-data tersebut,  tidak ada alasan bagi pemerintah untuk menunda pelaksanaan Pemilu 2024.

“Kalau pertumbuhan kita di atas 4 persen, apalagi  di atas 5 persen, tidak ada alasan  menunda pemilu. Supaya Nomor 7 juga bisa beraksi di Pemilu 2024,” kata Anis.

Dikatakan, jika melihat perkembangan terakhir perang Rusia-Ukraina yang telah berlangsung hampir satu tahun ini, akan berakhir damai pada 2023.

“Meski ada kemungkinan eskalasi meningkat, tetapi proses perdamaian sudah diusahakan dan sewaktu-waktu perang Rusia-Ukraina stop di tengah jalan,” ujarnya.

Dia berharap agar perang Rusia-Ukraina segera berakhir. Sebab, perang tersebut, sangat melelahkan dan membuat krisis global semakin berlarut, meningkatkan risiko utang dan berpotensi memicu krisis pangan di sejumlah kawasan.

“Kita juga berharap,  tanda-tanda eskalasi konflik perang Rusia-Ukraina yang ingin dialihkan ke spot konflik arah kawasan Asia Pasifik, itu tidak terjadi. Mudah-mudahan ini tidak berkembang menjadi ledakan konfrontasi yang besar, karena pada pada dasarnya proyeksi 2023 ada harapan lebih damai,” katanya.

Mantan Duta Besar Indonesia untuk Australia dan Tiongkok Prof Imron Cotan menilai proyeksi geopolitik di tahun 2023 agaknya  berawan.

Ditambah lagi proyeksi IMF akan terjadi krisis ekonomi global di tahun 2023. Hal ini akan mempengaruhi kondisi di Indonesia.

Namun Imron optimis,  Indonesia masih beruntung sebab ekonomi Indonesia tidak terlalu jatuh. Indonesia juga memiliki sumber daya alam yang tidak dimiliki negara lain dan sangat dibutuhkan.

Bahkan neraca ekonomi Indonesia surplus, sementara beberapa negara lain mengalami kesulitan.

“Ini yang menurut saya akan mempengaruhi perkembangan kita di masa  akan datang, terutama di tahun 2023, agak berawan,” kata imron.

Terlepas dari hal itu, kata dia, dunia tidak bisa di monopoli satu dua atau lebih negara. Washington mendeklarasikan bahwa China dan Rusia merupakan kompetitor strategis yang harus dihadapi, baik masa lalu, sekarang, maupun di masa  akan datang.

“Tetapi berapa pun besarnya kekuatan mereka, karena dunia ini kita share bersama, satu sama lain saling berhubungan. Pola ini yang akan mendikte cerah atau gelapnya prospek dunia di masa-masa yang akan datang,” tuturnya.

Imron menegaskan, perang Rusia Ukraina telah  merusak rantai pasok dunia seperti suplai ke Eropa, serta gandum dan pupuk ke seluruh dunia.

Sedangkan mantan Diplomat AS yang juga Pengamat Stanley Harsha mengatakan, sistem demokrasi dan budaya Indonesia bisa diadopsi AS dan negara lain di dunia. Sebab, demokrasi dan budaya di Indonesia mengedepankan perdamaian, bukan konflik atau perang.

“Istri saya orang Solo, punya dua anak. Mereka halus seperti istri saya, tetapi sangat disiplin seperti saya. Indonesia bisa jadi model yang sangat bagus bagi dunia. Dan Amerika akan lebih bagus, kalau bisa terima budaya di sini, ada unsur dari budaya indonesia,” kata Stanley.

Menurut Stanley, para diplomat AS sangat mengerti  membina relasi atau hubungan dengan China. Para diplomat AS sudah mengedepankan cara berdiplomasi yang halus dengan China agar tercipta perdamaian.

Namun, para politikus di AS justru menjadikan isu China sebagai komoditas politik mereka agar populer. Politikus AS berpandangan  China tidak boleh diberikan kekuasaan, dan beranggapan AS adalah negara  paling hebat, dan tidak boleh ada negara lain  mengungguli.

“Inilah masalah domestik di Amerika, politikus sangat populer mengisukan China. Tapi di belakangnya, para diplomat sangat mengerti dan halus dalam relasi dengan China itu, harus lebih halus,” ungkapnya.

Saat ini, kata Stanley, di kalangan remaja AS juga mulai terjadi gerakan pergesekan pemikiran soal perang dan perdamaian di dunia. Di sekolah-sekolah AS selama ini selalu diajarkan tentang perang, tetapi masalah perdamaian tidak ada sama sekali.

“Jadi  perlu ada skema internasional tentang perdamaian. Saya pikir kita harus mulai dari sekolah dasar, harus ada peace. Di Amerika kita banyak belajar perang, perang ini perang itu. Tapi bagaimana pelajaran tentang perdamaian itu, tidak ada,” katanya.

Dalam skema internasional tentang perdamaian itu, lanjut dia,  perubahan besar-besaran  harus dimulai dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Cara pandang PBB  mengatasi konflik antar negara dan menjaga perdamaian dunia saat ini, harus diubah total.

Di samping itu, negara adikuasa seperti AS, Uni Eropa, Rusia dan China  harus memberikan kekuasaan penuh kepada PBB untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina, agar tidak ada perang lagi dan perang lain.

“Jadi remaja, pemuda di Amerika  maunya dunia lebih damai.  Mereka memanfaatkan sosial media jadi alat komunikasi remaja di seluruh dunia untuk saling mengerti dan berpikir perdamaian. Generasi muda di Amerika sekarang ingin lebih damai seperti generasi di Indonesia,” papar Stanley. (duk)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts