Indralaya, Sumselupdate.com – Berbagai upaya untuk memberikan pemahaman tentang bagaimana mencegah agar tidak terjadi kebakaran lahan, terlebih menjelang musim kemarau 2017, jajaran Korem 044/Gapo melalui Koramil 402-07 Indralaya melaksanakan pengenalan dini pencegahan Karhutla kepada Siswa SMA Negeri 1 Indralaya.
Kabupaten Ogan Ilir adalah salah satu kabupaten yang rawan terjadi kebakaran lahan, terlebih saat mendekati musim kemarau 2017, Koramil 402-07/Indralaya terus melaksanakan upaya pecegahan dengan melakukan sosialisasi tentang pencegahan Karhutla kepada Siswa Siswi SMA Negeri 1 Indralaya Selatan.
Dalam kesempatan tersebut para siswa terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan ini, mendengarkan paparan hingga akhir kegiatan walau terjemur oleh sinar matahari di halaman sekolah.
Babinsa Ramil 402-07/ Indralaya Pelda Suharso, Senin (13/3/2017) mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada para Siswa dan tenaga didik tentang dampak buruk kebakaran hutan dan lahan.
Lebih lanjut Suharjo mengajak para siswa dan guru untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan, selain berdampak buruk bagi lingkungan juga si pembakar bisa dikenakan hukuman pidana sesuai dengan UU RI No. 41 tahun 1999 tentang kehutanan pasal 78 ayat 3 yang menyebutkan bahwa pelaku pembakaran hutan diancam dengan pidana penjara 15 tahun dan denda paling banyak lima milyar rupiah serta UU RI No. 18 tahun 2004 tentang Perkebunan Pasal 8 ayat 1 yang menyebutkan bahwa seseorang yang sengaja membakar lahan diancam dengan pidana penjara 10 tahun dan denda paling banyak 10 milyar rupiah.
“Dengan ancaman pidana yang begitu berat, maka para Siswa dapat memberikan penjelasan kepada orang tua serta kerabat dan tetangganya untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan di lingkungan tempat tinggalnya” tegasnya.
Lebih lanjut Suharjo menambahkan pada kegiatan sosialisasi yang dihadiri oleh Kepala dan Wakil Kepala Sekolah, TU, OSIS, UKS, Ketua Pramuka dan para Guru di lingkungan SMA Negeri 1 Indralaya Selatan tersebut diharapkan mampu memberikan pemahaman tentang bahaya karhutla.
“Kita harapkan kegiatan ini dapat menjadi jembatan bagi semua peserta, untuk menyampaikan apa yang mereka dapati kekeluarga masing-masing mengenai pentingnya pencegahan dan tidak membakar lahan,” harapnya. (adi)











