Sempat Membaik, Kualitas Udara Palembang Kembali Memburuk Akibat Karhutla

Writer: - Selasa, 20 Oktober 2026
Setelah sempat membaik kini kualitas udara di Kota Palembang, kembali memburuk. (Sumselupdate.com/Istimewa)

Palembang, Sumselupdate.com – Setelah sempat membaik kini kualitas udara di Kota Palembang, kembali memburuk setelah sempat membaik sehari sebelumnya. Konsentrasi partikel halus PM2.5 kembali masuk kategori berbahaya dengan angka tertinggi mencapai 476,9 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada Selasa (20/10/2026) dini hari.

Berdasarkan pemantauan di Stasiun PM2.5 Musi II Palembang, lonjakan konsentrasi polutan tersebut terjadi sejak awal hari. Kondisi ini membuat kabut asap kembali menyelimuti sejumlah ruas jalan, membatasi jarak pandang, dan mengganggu aktivitas warga yang berangkat bekerja pada pagi hari. CariPeta Wilayah

Read More

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel, Wandayantolis, mengatakan konsentrasi PM2.5 mencapai 436,1 µg/m³ pada pukul 01.00 WIB sebelum meningkat menjadi 476,9 µg/m³ satu jam kemudian.

“Angka PM2.5 tercatat di angka 476,9 µg/m³ pada pukul 02.00 WIB,” kata Wandayantolis.

Setelah mencapai puncak tersebut, konsentrasi PM2.5 berangsur turun. Pada pukul 03.00 WIB, angkanya tercatat 388,3 µg/m³, kemudian turun menjadi 349,7 µg/m³ pada pukul 04.00 WIB. Meski terus menurun, konsentrasi polutan masih berada pada level berbahaya. Hingga pukul 08.00 WIB, PM2.5 tercatat sebesar 314,8 µg/m³.

Baca juga: Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Bandara SMB II Palembang, Jarak Pandang Sempat 450 Meter

“Hingga pagi hari kualitas udara masih berada di kategori berbahaya,” ujarnya.

Asap dari OKI kembali menyelimuti Palembang
Wandayantolis menjelaskan, kabut asap yang menyelimuti Palembang masih dipengaruhi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan wilayah sekitarnya.

Pergerakan angin yang mengarah ke barat laut turut memengaruhi perpindahan asap dari kawasan kebakaran menuju Palembang. Kondisi tersebut menyebabkan kualitas udara kembali memburuk meskipun sehari sebelumnya sempat berada pada kategori sangat tidak sehat.

“Iya masih dari wilayah OKI dan sekitarnya. Diimbau kepada masyarakat untuk menggunakan masker saat berada di luar ruangan,” katanya.

Baca juga: Kabut Asap Palembang Makin Parah, IQAir di Unsri Tembus 1.137 dan Demang 900

Sementara itu, Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto mengakui asap di Palembang berasal dari karhutla di OKI dan beberapa daerah lain.

Sejak beberapa hari lalu hingga saat ini, tim Manggala Agni melakukan operasi pemadaman di karhutla yang cukup luas di kawasan Cengal dan Tulung Selapan, OKI.

“Iya, penyakitnya (sumber asap) dari situ (karhutla di OKI),” kata Ferdian. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts