Muratara, Sumselupdate.com – Banjir yang melanda sebagian wilayah Kecamatan Rupit, tidak cuma merendam pemukiman atau memutuskan jembatan. Lebih dari itu banjir juga merendam sekolah SDN I Noman. Akibatnya proses belajar mengajar ditempat tersebut diliburkan.
Banjir setinggi leher orang dewasa menyebabkan bangku-bangku serta buku-buku terapung di dalam kelas. Tidak diketahui secara pasti kapan siswa-siswi belajar kembali.
Guru SDN I Noman, Nurjana, mengakui bahwa 296 siswa-siswi kelas 1 sampai kela VI diliburkan. Dihentikannya proses belajar mengajar tersebut bukan tanpa alasan, ini disebabkan sekolah tempat belajar terendam banjir.
“Memang diliburkan ini disebabkan sekolah tempat belajar mengajar terendam banjir,” ucapnya.
Masih katanya tidak diketahui secara pasti kapan siswa-siswi tadi dapat belajar kembali. Namun yang pasti menunggu banjir surut.
“Tidak diketahui sampai kapan siswa libur, yang pasti proses belajar mengajar akan normal kembali setelah tidak banjir lagi,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu ia mengatakan bahwa banjir kali ini yang terparah dibandingkan sebelumnya. Sebab banjir selama ini tidak pernah ketinggiannya seperti saat ini.
“Kami tak bisa menyelamatkan barang-barang seperti kursi dan buku-buku. Karena banjirnya mendadak,” tegasnya. (ain)











