Satu Pasien Positif Corona Asal Ogan Ilir Meninggal di RSUD Kayuagung

Kamis, 23 Juli 2020
Ilustrasi Virus Corona.

Laporan: Syakbanudin

Kayuagung, Sumselupdate.com – Satu pasien terkonfirmasi Covid-19 asal Kabupaten Ogan Ilir berjenis kelamin perempuan, akhirnya meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Rabu (22/7/2020).

Read More

Direktur RSUD Kayuagung, dr Mirda T Zulaicha, MKed (Ped), SpA, mengatakan, pasien meninggal berusia 57 tahun itu sebelumnya mendapatkan perawatan secara intensif di RSUD Kayuagung.

“Baru-baru ini, RSUD Kayuagung tengah menangani satu pasien suspect asal Kabupaten OKU, Belitang, dan satu pasien terkonfirmasi Covid-19 asal Kabupaten Ogan Ilir,” ujar dr Mirda T Zulaicha saat dikonfirmasi Sumselupdate.com di ruang kerjanya, kemarin.

Dia menjelaskan untuk trafic kenaikan kasus pada bulan Mei dan Juni masih sama, tidak terjadi peningkatan secara signifikan seperti bulan Maret dan April lalu yang cukup dratis.

Di mana satu kasus menjadi enam kasus. Namun, pada bulan Mei dan Juni yakni berkisar masih sama yakni di angka kurang dari sepuluh pasien.

“Kalau jumlah yang meninggal untuk pasien yang kita tangani sekitar tujuh pasien. Namun, jumlah tersebut juga gabungan dari kabupaten lain. Sebagaimana kita tahu bahwa RSUD Kayuagung merupakan salah satu rumah sakit rujukan untuk kasus Covid ini,” terangnya seraya menambahkan untuk data pasien yang terkonfirmasi Covid-19 sudah diserahkan pihaknya ke Dinas Kesehatan OKI.

Menyinggung soal pelayanan di RSUD Kayuagung saat ini, dr Mirda T Zulaicha mengatakan, untuk pelayanan IGD pihaknya masih membuka pelayanan 24 jam.

Sedangkan  untuk rawat jalan sedang ada pembatasan hari mengingat gedung yang biasa yang digunakan untuk rawat jalan ini sedang direnovasi.

Maka dari  itu, pelayanan rawat jalan terpaksa dipindahkan ke gedung administrasi dan dilaksanakan dua kali maksimal dua kali dalam seminggu yakni pelayanan Poli Penyakit dalam setiap Senin dan Rabu. Sedangkan layanan Poli syaraf setiap hari Selasa dan Kamis. “Hal ini juga kita sosialisasikan sejak akhir Juni bulan kemarin,” tuturnya.

Lebih lanjut dikatakannya, selain adanya renovasi gedung rawat jalan, pelayanan rawat jalan ini dilakukan terbatas lantaran kondisi pandemik saat ini, dengan mematuhi protokol kesehatan.

Mirda T Zulaicha mengimbau masyarakat agar jika ada keluarga pasien yang dalam perawatan dan terkonfirmasi atau dalam suspect Covid-19 dan jika pasiennya meninggal sementara hasil swab belum keluar, agar masih tetap dapat mengikuti protokol Covid dalam proses pemakaman.

Hal tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Corana. Sebab lanjutnya, ada juga imbauan dari perkumpulan dokter forensik dan penelitian mereka menyatakan bahwa masih dijumpainya virus yang aktif dengan maksimal waktu sepuluh hari. Artinya virus ini masih berpotensi menularkan.

“Maka dari itu, kita mengambil hikmah manfaat dari pada mudharat. Memang untuk menunggu hasil swab test di BBLBK di Palembang tidak langsung keluar. Namun, jika pemakaman mengikuti protokol Covid-19 maka tentu kita sudah menghentikan penyebaran penularan virus Corona ini. Sebab jika kita memaksakan diri, dan jika ternyata nanti hasil swabnya positif tentu akan ada isolasi mandiri besar-besaran, kontak erat pasien besar-besaran lantaran adanya kerumunan orang di pemakaman,” paparnya. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts