Jakarta, sumselupdate.com – Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) Agustina Erni mengatakan, komitmen Ketua DPR Puan Maharani menggolkan cuti melahirkan 6 bulan dalam RUU Kesejahteraan Ibu dan Anak (KIA) merupakan harapan bagi perempuan di Indonesia.
Menurut Agustina, bagi perempuan yang baru melahirkan jangka waktu tersebut sangatlah berharga memberikan perhatian tumbuh kembang si anak.
“Betul menjawab keresahan perempuan, karena itu suara yang sering muncul. Seperti keresahan yang juga dialami anak saya ketika masa cuti 3 bulan selesai, dan dia amat bersyukur ternyata dibolehkan WFH dari perusahaannya. Dia bisa produktif tetapi tetap dekat dengan anaknya,”kata Agustina kepada awak media, di Jakarta, Minggu (26/6/2022).
Dalam keterangan Puan beberapa waktu lalu, ditegaskan, pengaturan ulang masa cuti hamil penting untuk menjamin tumbuh kembang anak dan pemulihan bagi Ibu setelah melahirkan. Selain itu, cuti hamil juga untuk menekan angka stunting dengan peran ibu ebih dominan.
“DPR terus melakukan komunikasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan berkenaan dengan hal tersebut. Kami berharap komitmen Pemerintah mendukung aturan ini demi masa depan generasi penerus bangsa,” jelas Puan Maharani.
Dalam pemberian air susu ibu (ASI) esklusif waktu 3 bulan pertama lanjut dia, itu tidak mudah untuk seorang ibu, dan ternyata bicara soal asi esklusif setiap 3 jam si ibu harus memberikan asi.
“Kebayang tidak, bila seorang ibu tetap harus ke kantor, kalau di kantor yang bagus mungkin sudah di sediakan tempat penitipan asi, ketika pulang baru diberikan ke si anak.
Tetapi tidak banyak yang memiliki fasilitas seperti itu, belum ada di seluruh lembaga atau perusahaan punya,”paparnya.
Agustina berpandangan, klausul cuti 6 bulan sangat membantu si ibu yang baru melahirkan memberikan asi secara esklusif, untuk membentuk kualitas pertumbuhan otak dan mencegah stunting.
“Frasa ini sangat mendukung bagi kualitas si ibu sendiri, kemudian tumbuh kembang anak, dan saya pikir juga keluarga. Karena kedekatan ibu dan anak bisa menyusui langsung sangat luar biasa,” paparnya. (duk)











