Palembang, Sumselupdate.com – Pemerintah Sumatera Selatan terus mengupayakan peningkatan mutu produk lokal yang diharapkan bisa bersaing dengan produk internasional. Hal itu juga yang menjadi prioritas ke depan.
Demikian diungkapkan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumatera Selatan, Permana saat membuka kegiatan Diseminasi Misi Dagang Atase Perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) negara tujuan ekspor/impor terakreditasi di Hotel Grand Zuri, Selasa (18/10/2016).
Menurutnya, provinsi Sumatera Selatan memiliki banyak produk komoditi unggulan yang bisa menembus pasar internasional. Namun, hingga saat ini ada beberapa kendala yang dihadapi pelaku usaha.
Dijelaskan Permana, kendala pertama yang dihadapi yakni standar produk komoditi Sumsel belum sesuai dengan keinginan negara tujuan ekspor.
“Ada 14 komoditi unggulan Sumsel. Seperti karet, kopi, sedangkan kalau tambang seperti batubara. Tetapi keluhan yang kita hadapi saat ini produk kita belum mencukupi standar yang ditetapkan negara tujuan ekspor sehingga permintaan pasar berkurang,” ujarnya.
Meskipun, Sumsel memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah tetapi yang menjadi kendala kedua yaitu proses akomodasi pendistribusian produk komoditi tersebut masih mengalami kesulitan dikarenakan Sumsel belum memiliki pelabuhan sendiri dan minimnya moda transportasi untuk mendistribusikan produk ke luar Sumsel.
Selain itu, di sisi lain yang menjadi kendala ketiga yakni produk komoditi Sumsel masih mengalami kelemahan dalam daya saing pengemasan produk.
“Kelemahan kita kalah dalam segi packaging, padahal ini merupakan hal penting karena berkaitan dengan penampilan produk. Yang menjadi kendala bagi pengusaha kecil adalah biaya packaging yang terbilang mahal, jadi upaya yang kita lakukan yaitu mengusahakan kerjasama antara pengusaha kecil dan besar agar biayanya lebih ringan,” ucapnya.
Kendala keempat, tambah Permana, yakni proses perizinan usaha terbilang cukup rumit, berbeda dengan negara lain seperti negara Singapura yang memudahkan legalisasi dan license dengan cepat.
“Singapore mudah untuk perizinan berbeda dengan Indonesia,” katanya.
Jadi, sambung Permana, usaha komoditi di Sumsel bisa mencapai dan bersaing di tingkat nasional, jika para pelaku usaha bisa meningkatkan kualitas produk serta pengemasannya sesuai standar negara tujuan ekspor. (adi)











