Polisi Diminta Usut Kasus Pengerusakan Kantor Sekretariat DPRD Deliserdang

Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute Iskandarsyah

Jakarta, Sumselupdate.com — Kantor Sekretariat DPRD Deliserdang dirusak, Kamis (10/6). Kasus pengerusakan tersebut saat ini ditangani Sat Reskrim Polresta Deliserdang.

Kasus itu pun sudah dilaporkan Iwan Januar Salewa, Kabag Umum DPRD Deliserdang ke Polresta Deliserdang dengan Nomor STTLP/B/225/VI/2021/SPKT/Polresta Deliserdang/Polda Sumut.

Read More

Dalam laporan itu, oknum anggota dewan berinisial MTP sebagai terlapor kasus pengerusakan. Namun dikabarkan kasus ini diduga mendapat intervensi dari salah seorang pejabat di Sumut supaya tidak berkembang.

Sayang hingga sejauh ini pejabat Polresta Deliserdang belum mau memberikan informasi sudah sejauh mana penyidikan kasus tersebut.

Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute Iskandarsyah mengatakan, pihak kepolisian jangan tebang pilih menangani kasus, harus segera mengambil tindakan terhadap terlapor MTP.

“Pihak kepolisian, di Deli serdang maupun Polda Sumut seharusnya merespon cepat laporan ini. Karena ini kriminal murni kok, pengerusakan, intimidasi dan ada bukti-buktinya. Kalau terkesan lamban kita sampaikan saja langsung ke Pak Kapolri,” tutur Iskandar kepada wartawan di Jakarta, Senin (21/6/2021).

Menurut Iskandar, jika kasus ini tidak segera ditangani merupakan preseden buruk bagi publik, dan Kepolisian.

“Jangan sampai ada kesan Polresta Deliserdang dan Polda Sumut tidak menjalankan poin-poin presisi yang dicanangkan Kapolri Listyo Sigit,” kata Iskandar.

Dia menilai, keterlibatan oknum pejabat tinggi Provinsi Sumut yang juga separtai dengan terlapor ikut mengintervensi penyidik agar kasus ini tidak berkembang.

“Kasus pengerusakan DPRD Deliserdang bukan menjadi berita Lokal, tetapi sudah menjadi berita Nasional. Apalagi oknum pejabat tinggi coba-coba mengintervensi pihak kepolisian,” ujar Iskandar.

“Aparat hukum tak bisa dan tak boleh diintervensi siapapun, hukum harus ditegakkan sesuai cita-cita Pak Kapolri yang baru ini,”jelas Iskandar.

Iskandar berharap kasus pengrusakan itu menjadi pelajaran bagi semua anggota dewan seluruh tanah air yang mesti menghormati institusi hukum.(duk)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.