Penyeberangan Boom Baru-Bangka Stop Selama Nataru, Pelindo Palembang: Faktor Cuaca Ekstrem

Writer: - Kamis, 18 Desember 2025
PT Pelindo Regional 2 Palembang, foto bersama dengan puluhan jurnalis dalam kegiatan media Gathering 2025, Kamis (18/12/2025). (Sumselupdate.com/ Candra Budiman)

Palembang, Sumselupdate.com — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 2 Palembang memastikan layanan penyeberangan penumpang rute Pelabuhan Boom Baru Palembang-Bangka dihentikan sementara selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Kebijakan tersebut diambil menyusul kondisi cuaca ekstrem yang dinilai berisiko terhadap keselamatan pelayaran, sehingga penyeberangan dialihkan melalui Pelabuhan Tanjung Api-api.

Read More

Hal tersebut terungkap pada kegiatan media Gathering bersama puluhan jurnalis berbagai media di Sumsel, khususnya kota Palembang, di kantor Pelindo, pada Kamis (18/12/2025).

General Manager PT Pelindo Regional 2 Palembang, di wakili Manager Komersial, Darmawi, menegaskan pentingnya kolaborasi dengan media massa sebagai mitra strategis dalam menyampaikan kebijakan dan program perusahaan kepada masyarakat, khususnya di wilayah Sumatera Selatan.

“Kami menilai peran media sangat krusial dalam menjembatani informasi antara perusahaan dan publik. Pelindo mengemban amanah besar sebagai pengelola pelabuhan. Berbagai program dan kebijakan yang dijalankan perlu dipahami masyarakat, dan di sinilah peran media menjadi sangat penting,” ungkap Darmawi, dalam kata sambutannya di depan media.

Ia menjelaskan, tahun 2025 menjadi tahun kelima operasional Pelindo pascamerger empat BUMN pelabuhan pada 2021. Saat ini, Pelindo dikelola oleh satu direksi dengan pembagian wilayah kerja ke dalam empat regional, salah satunya Regional 2 Palembang.

Di wilayah tersebut, menurut Darmawi, Pelindo mengelola Pelabuhan Boom Baru dengan luas area mencapai 24 hektare, serta memiliki rencana pengembangan lahan di Pelabuhan Sungai Lais. Namun demikian, kedalaman alur pelayaran yang berada pada minus 3 hingga 4 meter masih menjadi tantangan tersendiri dalam upaya peningkatan kapasitas layanan.

“Meski berskala relatif kecil, Terminal Peti Kemas Boom Baru tetap melayani pengiriman internasional, termasuk rute ke Singapura. Dari sisi fasilitas, terminal ini telah dilengkapi peralatan bongkar muat yang sebagian besar telah tersertifikasi, sejalan dengan agenda efisiensi operasional dan keberlanjutan lingkungan,” terangnya.

Sementara dari sisi armada, Pelindo Regional 2 Palembang mengoperasikan tiga unit motor pandu di Boom Baru, dua unit motor pandu di Tanjung Buyut, serta tujuh unit tugboat baik milik sendiri maupun sewa.

“Selain itu, terdapat tiga titik stasiun pandu aktif di wilayah Palembang. Untuk layanan penumpang, bahwa aktivitas penyeberangan tidak beroperasi sejak September 2025, kondisi itu karena dipengaruhi oleh kapal yang tengah menjalani perbaikan (docking) serta faktor cuaca,” bebernya.

Masih kata Darmawi, Pelindo Regional 2 Palembang tak hanya fokus pada kinerja operasional, namun juga memaparkan pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) tahun 2025. Program tersebut difokuskan pada empat pilar utama, yakni pendidikan, penanganan kesehatan, lingkungan, serta penunjang sosial kemasyarakatan.

“Beberapa program berkelanjutan yang terus dijalankan di antaranya Rumah Belajar dan Pelindo Mengajar, sebagai bentuk kontribusi Pelindo dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di Sumatera Selatan,” tukasnya.

Pada momen Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, dikatakan Darmawi, angkutan penumpang dari Pelabuhan Boom Baru tak operasional mengangkut penumpang tujuan Bangka. Hal tersebut karena efek cuaca ekstrem yang berisiko bahaya jika kapal masih tetap operasional.

“Untuk sementara saja, keberangkatan (menuju Bangka dari Palembang) hanya dari Pelabuhan Tanjung Api-api tidak dari sini (Pelabuhan Boom Baru). Apabila memaksakan keberangkatan saat kondisi cuaca ekstrem, perjalanan menuju wilayah tujuan dikhawatirkan akan berdampak buruk dan potensi hal yang tak diinginkan terjadi,” bebernya.

Namun meski periode saat ini transportasi air angkutan penumpang tak operasional, pada Januari 2026 mendatang rute perjalanan akan tetap berlangsung. “Kita sudah dari September ini setop dulu, kondisi iklim yang buruk. Hanya sementara, Januari tahun depan kita buka kembali. Saat ini fokus untuk pengiriman kontainer untuk ekspor,” tukasnya. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts