Penderita Bocor Jantung Butuh Uluran Tangan

Senin, 6 Februari 2017

PALI, Sumselupdate.com – Keterbatasan biaya, itulah faktor utama yang menjadi kendala bagi Putri, buah hati pasangan Sirih dan Mega, warga Desa Tempirai Utara, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten PALI untuk menjalani pengobatan secara medis setelah di diagnosa mengalami klep jantung bocor (katup jantung bocor).

Kedua orang tua bocah yang baru menginjak usia tiga tahun lima bulan ini sudah berulang kali membawanya ke RS Prabumulih dan RSMH Palembang, namun tidak bisa diatasi lantaran keterbatasan peralatan medis, dalam menangani penyakit yang cukup langkah tersebut.

Read More

Sirih mengatakan bahwa putrinya tersebut saat ini harus dirujuk ke Rumah Sakit Harapan Kita di Jakarta guna penanganan lebih lanjut, namun karena tidak memiliki biaya pengobatan, terpaksa saat ini hanya dirawat di rumah dengan pengobatan seadanya.

“Kami tidak ada uang, untuk biaya ke Jakarta saja kami berat, apalagi mengobatinya. Pasti memerlukan biaya besar. Sedangkan kami hanya seorang petani. Kami sangat berharap ada dermawan dan bantuan pemerintah daerah yang peduli akan kesulitan untuk anak kami ini,” ujarnya.

Kepala Desa Muara Ikan, Kecamatan Penukal Utara, Pausy Ahmad yang juga putra Desa Tempirai Utara mengharapkan kepada Bupati PALI Ir H Heri Amalindo MM untuk bisa memberikan bantuan, baik secara pribadi maupun melalui SKPD terkait dalam meringankan penderitaan bocah tersebut.

“Kami sebagai pemerintah desa tidak bisa berbuat banyak dan kami mohon bantuan, sehingga pengobatan bisa dilakukan. Karena, biaya pengobatan itu sendiri sepertinya tidak sedikit. Untuk itu harapan kami mulai dari keluarga Putri dan pemerintah desa, agar bantuan bisa didapatkan,” harapnya. (adj)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts