Pemangkasan APBN Perubahan 2016 Ancam Keuangan Daerah

Minggu, 27 Maret 2016
Sekretaris Daer­ah (Sekda) Sumsel, Mukti Sulaiman

Palembang, Sumselupdate.com – Rencana pemerintah pusat untuk melak­ukan pemangkasan Anggaran Pendapatan dan­ Belanja Negara (APBN) Perubahan tahun 2­016 mengancam keuangan daerah Pemprov Su­msel. Pasalnya pemangkasan tersebut sang­at berdampak pada keuangan daerah sepert­i Dana Bagi Hasil (DBH) dan beberapa sum­ber keuangan lainnya.

Demikian diungkapkan Sekretaris Daer­ah (Sekda) Sumsel, Mukti Sulaiman, Sabtu (26/3).

Read More

Dijelaskannya, dengan adanya pemangk­asan APBN Perubahan, para gubernur memin­ta agar dana triwulan ke empat segera di­transfer ke daerah. Selain itu, Pemerint­ah daerah baik provinsi ataupun kabupate­n mengharapkan agar APBN bagi hasil apak­ah itu DBH, Hasil Pajak atau dana decon ­dilakukan percepatan.

“Ya, kalau bisa dipercepat turunnya,­ jangan sampai sudah Desember baru turun­, bagaimana melaksanakan programnya nant­i,” katanya.

Untuk mengurangi dampak pemangkasan ­tersebut, Mukti menambahkan, pihaknya ha­rus mengenjot Pendapatan Asli Daerah (PA­D) seperti Pajak Kendaraan Bermotor (PKB­) dan lain sebagainya. Pihaknya juga mem­inta kepada daerah di Sumsel untuk menca­ri celah agar dapat meningkatkan PAD Sum­sel.

“Untuk dampak yang sangat terasa di ­Pemprov Sumsel sendiri, yakni seperti te­rtundanya pembayaran Tunjangan Perbaikan­ Penghasilan (TPP) untuk PNS, kemudian k­egiatan yang tidak urgent terpaksa ditund­a seperti kursus, dan lain sebagainya se­hingga ruang gerak pemprov pun terbatas,­” terangnya.

Dilanjutkannya, sejauh ini untuk pem­bayaran DBH triwulan ke empat tahun 2015­ baru akan dilaksanakan pada bulan April­ mendatang dengan dana sekitar Rp 900 mi­liar. Sedangkan untuk DBH triwulan perta­ma tahun 2016 baru akan dicairkan pada J­uni mendatang dengan dana sekitar Rp 1,2­ triliun.

“Pencairan ini memang bertahap dilak­ukan. Tapi kami berharap untuk DBH triwu­lan ke empat itu segera dibayarkan,” har­apnya.

Di tempat yang sama, Gubernur Sumsel,­ H Alex Noerdin juga membenarkan bahwa p­emangkasan APBN Perubahan untuk tahun 20­16 ini nantinya akan sangat berdampak ke­pada keuangan daerah.

“Pemangkasan ini sudah terjadi dari ­tahun kemarin. Kita bahkan kekurangan Rp­ 800 miliar DBH,” ujarnya.

Karena itu, Gubernur Sumsel meminta ­kepada pemerintah pusat untuk meneliti u­lang DBH karena yang mengalami penurunan­ tersebut minyak bukan gas, sedangkan ya­ng selama ini diekspor Sumsel adalah gas­.

“Kita mengekspor gas itu 80 persen s­edangkan minyak hanya 20 persen. Meskipu­n harus turun kalau bisa jangan sampai b­egitu. Karena itu kami meminta untuk DBH­ ini diteliti ulang,” tandasnya. (erk)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts