Parlemen Asing Puji Ketua DPR yang Perjuangkan Kesetaraan Gender

Writer: - Senin, 29 Juli 2024
Ketua DPR RI, Dr (H.C.) Puan Maharani.

Jakarta, Sumselupdate.com – Kepemimpinan Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani pada Sidang ke-2 Indonesia-Pacific Parliamentary Partnership (IPPP) yang digelar di Jakarta mendapat pujian. Para delegasi dari Forum Parlemen RI-Pasifik itu menilai Puan bisa menjadi salah satu contoh dan inspirasi bagi perempuan dalam perjuangan di bidang politik.

Saat membuka Sidang ke-2 IPPP, Puan menyinggung soal isu pemberdayaan perempuan guna pembangunan inklusif di Pasifik.

Read More

Puan menilai hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan partisipasi perempuan di dunia politik dan untuk memegang jabatan publik.

“Saya rasa itu hal yang tepat dibicarakan oleh seorang perempuan di parlemen karena di negara asal kami keterlibatan perempuan di parlemen tidak begitu banyak,” kata salah seorang  delegasi Sidang ke-2 IPPP, Gloria Guttenbeil Pole’o dari Parlemen Tonga  di lokasi acara, di Jakarta, Jumat (26/7/2024).

Parlemen Tonga sendiri disebut hanya memiliki satu anggota perempuan.

Gloria mengatakan, mendengar pesan Puan terkait kesetaraan gender di bidang politik telah membuat semangat perempuan berpartisipasi dalam dunia politik.

“Beliau menjadi inspirasi karena bisa menjadi pemimpin nasional. Para pemimpin perempuan seperti Madam Puan memberikan kontribusi  lebih baik kepada masyarakat dalam hal sosial ekonomi dan isu lain yang berdampak,” paparnya.

Menurut Gloria, itu bisa membuka harapan mereka  untuk menjadi petugas masa depan. Gloria melihat Puan  sebagai Ketua DPR memberikan inspirasi bagi banyak perempuan.

Pesan-pesan yang disampaikan Puan pada Sidang ke-2 IPPP pun disebut telah membuat parlemen negara  Pasifik belajar tentang tantangan yang dihadapi dunia saat ini.

Gloria mengatakan, isu yang diangkat Puan memang seperti di kawasan Pasifik.

“Isu itu membuat pandangan kami terbuka dan  kami dapat belajar dan saling membantu satu sama lain untuk mengatasi tantangan tersebut,” katanya.

Dalam beberapa kesempatan di Sidang ke-2 IPPP, Puan menyatakan Indonesia dan negara-negara Pasifik memiliki kesamaan sebagai negara kepulauan yang dikelilingi perairan dan lautan, termasuk kesamaan nilai-nilai.

Sebagai negara kepulauan, Indonesia dan negara-negara Pasifik menghadapi tantangan yang sama seperti ancaman perubahan iklim, terjadinya bencana, dan tantangan dalam pengelolaan laut serta perairan.

Kesamaan tersebut, kata Puan, dapat menjadi modal untuk pengembangan hubungan lebih baik di masa mendatang dengan fokus bekerja sama pada isu-isu yang menjadi kepentingan bersama.

Dalam hal ini, menurut Puan, pondasi dari kokohnya hubungan Indonesia dan negara-negara Pasifik adalah hubungan yang berdasar prinsip kesetaraan, saling menghargai kedaulatan dan kesatuan teritori, serta hidup berdampingan secara damai.

Puan pun menekankan bahwa semua negara yang terlibat dalam IPPP ini memiliki tempat yang sama dan dapat berdiri sama tinggi, serta sama-sama mematuhi hukum internasional dan piagam PBB.

Untuk itu, Puan mengajak negara-negara Pasifik sebagai satu keluarga besar untuk bekerja sama dalam membangun saling kepercayaan  dan saling pengertian.

Gloria pun menganggap perhelatan Sidang IPPP menjadi pengalaman luar biasa bagi Tonga karena dapat membuka sudut pandang yang lebih komprehensif terhadap berbagai tantangan dunia.

“Kami dapat menjadikan Indonesia sebagai partner, bukan hanya dari segi pembangunan nasional tapi juga dari banyaknya demografi Indonesia,” tutur Gloria.

Adapun Sidang IPPP merupakan inisiatif DPR untuk memperkuat kemitraan di kawasan Pasifik di mana pertemuan pertama digelar tahun 2018. Gloria menyatakan Tonga belajar banyak dari perhelatan ini.

“Saya rasa acara ini membuka wawasan kami sebagai negara kecil di Pasifik, karena menurut kami Indonesia merupakan negara   besar dengan penduduk yang banyak, kami tidak ada apa-apanya dengan Indonesia.

Kami masih tertinggal dengan negara kecil Pasifik lain dari segi perkembangan ekonomi dan pembangunan ekonomi,” kata Gloria.

Gloria mengaku ia dan para delegasi parlemen Tonga sangat senang mendapat undangan dari DPR untuk penyelenggaraan Sidang IPPP.

“Dari pertama kali kami datang, kami merasa sangat diterima dan tidak menyangka  akan disambut sebegitu baiknya. Kami mengapresiasi keramahan dari orang-orang Indonesia,” jelasnya.

Bahkan Gloria menyatakan seperti merasa berada di rumah sendiri, dan sebenarnya ingin berkunjung lebih lama di Indonesia.

Dia juga menilai hosting DPR kepada para delegasi sangat bagus.

“Forum ini dilaksanakan  sangat sempurna, semua sangat baik dan profesional dan saya ucapkan selamat karena penyelenggaraannya luar biasa,”jelas Gloria.

Sebelumnya dalam pembukaan Sidang ke-2 IPPP, Kamis (25/7), Puan menyatakan DPR siap berbagi pengalaman, pengetahuan, dan praktik terbaik dengan Parlemen negara-negara Pasifik. Khususnya terkait fungsi parlemen yaitu legislasi, anggaran dan pengawasan.

DPR pun disebut siap membantu pengembangan ekonomi biru, konektivitas di kawasan Pasifik, dan mengatasi dampak perubahan iklim.

“Terkait pembangunan inklusif di Pasifik, saya mendorong pemberdayaan perempuan di Pasifik. Hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan partisipasiperempuan di dunia politik, dan untuk memegang jabatan publik,” kata Puan.

Saat penutupan acara, Puan menyebut isu kesetaraan gender juga menjadi pembahasan di berbagai sesi diskusi pada Sidang ke-2 IPPP.

“Diskusi yang dibicarakan adalah bagaimana kita mendorong capacity building terkait kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan di wilayah-wilayah yang ada di Pasifik,” jelas perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

Puan menyadari di setiap negara Pasifik memiliki mekanisme dan aturan berbeda terkait  isu pemberdayaan perempuan. Meski begitu ia meyakini peningkatan kapasitas perempuan di negara-negara Pasifik akan semakin meningkat. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts