Paripurna RAPBD 2026 Pagaralam: Pemerintah Paparkan Tantangan Fiskal dan Fokus Pembangunan Inklusif

Writer: - Selasa, 25 November 2025
Sidang Paripurna dengan agenda penyampaian jawaban Walikota Ludi Oliansyah yang dibacakan Wakil Wali Kota Pagaralam Hj Bertha terhadap pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terkait RAPBD Kota Pagaralam Tahun Anggaran 2026, Selasa (25/11/2025). (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Pagaralam, Sumselupdate.com – Suasana halaman Gedung DPRD Kota Pagaralam pada Selasa (25/11/2025) pagi tampak dipenuhi deretan mobil dinas yang terparkir rapi.

Udara sejuk khas kaki Gunung Dempo turut mengiringi pelaksanaan Sidang Paripurna yang menjadi agenda penting dalam penyusunan arah pembangunan daerah.

Read More

Di ruang sidang utama, para pejabat pemerintah, anggota DPRD, dan tamu undangan hadir mengikuti jalannya sidang.

Dalam sidang tersebut, Wakil Wali Kota Pagaralam Hj Bertha menyampaikan jawaban Wali Kota Ludi Oliansyah terhadap pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terkait RAPBD Kota Pagaralam Tahun Anggaran 2026.

Sidang dipimpin oleh Wakil Ketua I DPRD Hj Dessy Siska SE, yang memastikan seluruh agenda berjalan lancar sebelum RAPBD memasuki tahap pembahasan lanjutan.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kota Pagaralam Hj Jenni Shandiyah telah membuka Sidang Paripurna XVIII Sidang Ke-1, di mana Wali Kota Ludi menyampaikan Nota Pengantar RAPBD 2026.

Dokumen tersebut dirumuskan berdasarkan kebutuhan pembangunan serta dinamika fiskal yang tengah dihadapi daerah.

Agenda kemudian berlanjut ke Sidang Ke-2 dengan penyampaian pandangan umum fraksi, sebelum akhirnya pemerintah memberikan jawaban resmi.

RAPBD 2026 dan Tantangan Fiskal

Dalam penjelasan yang disampaikan Wawako Bertha, pemerintah merancang RAPBD 2026 dengan pendapatan sebesar Rp694,8 miliar dan belanja sebesar Rp772,06 miliar. Namun, penyusunan anggaran tahun ini dihadapkan pada tantangan baru.

“Penyusunan RAPBD 2026 memiliki tantangan dibandingkan tahun sebelumnya, lantaran adanya kebijakan pusat terkait penyesuaian dan pengurangan transfer sehingga mempengaruhi kemampuan fiskal daerah,” ujar Wawako Bertha.

Kondisi tersebut membuat pemerintah harus lebih selektif dalam menentukan prioritas penggunaan anggaran agar tetap efektif dan tepat sasaran.

“Kita harus menata ulang prioritas pembangunan agar APBD 2026 tetap mendukung agenda pembangunan daerah secara efektif dan akuntabel,” tegasnya.

Arah Pembangunan 2026: Mandiri, Merata, dan Inklusif

Wawako Bertha juga menyampaikan tema pembangunan Kota Pagaralam tahun 2026, yakni: Kedaulatan Pangan dan Energi serta Ekonomi yang Produktif dan Inklusif.

Tema ini menjadi pedoman arah pembangunan daerah, terutama di tengah tantangan fiskal yang dihadapi.

“Pembangunan daerah tidak cukup hanya tumbuh, tetapi harus tumbuh dengan kemandirian, pemerataan, serta memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Dengan fokus tersebut, pemerintah daerah berharap pembangunan Pagaralam tetap kuat, adaptif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat di tengah dinamika nasional yang terus berkembang.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts