Jakarta, Sumselupdate.com – Irish Bella semakin yakin untuk bercerai dengan Ammar Zoni, setelah terseret kasus narkoba ketiga kalinya.
Keyakinan Irish Bella untuk bercerai ini pun terlihat dari ekspresinya ketika memberikan klarifikasi terkait keretakan rumah tangganya dan kasus yang menimpa Ammar Zoni sekarang ini.
Menurut pakar ekspresi, Kirdi Putra, setiap orang yang berada di posisi Irish Bella pasti akan berusaha memberikan senyuman ketika berada di hadapan banyak orang.
Namun, bukan berarti ekspresi itu menandakan Irish Bella merasa bahagia akan bercerai atau mengetahui Ammar Zoni terseret kasus narkoba lagi.
“Karena, dia beberapa kali membasahi bibir dan matanya masih menerawang berpikir sebelum ngomong sesuatu. Artinya, apa yang disampaikan masih diperhitungkan dan berhati-hati,” kata Kirdi Putra, pakar mikro ekspresi dilansir dari Suara.com –jaringan Sumselupdate.com.
“Saya tidak melihat ekspresi sedih. Dia hanya berperan sebagai istri yang baik dan care kepada suaminya,” ujar Kirdi Putra.
Tak hanya itu, Kirdi Putra juga melihat ibu 2 anak itu memiliki rassa trauma dengan kasus narkoba yang menjerat pasangannya, Ammar Zoni.
Karena itu, hal yang wajar bila Irish Bella selalu memastikan Ammar Zoni tak lagi memakai narkoba sebelum tertangkap ketiga kalinya.
“Seseorang boleh ngomong sesuatu, contohnya Ibel tanya ‘kamu masih pakai narkoba nggak’ dengan maksud untuk memastikan. Perlu dipahami bahwa pasangan yang sudah syok 2 kali pasangannya pakai narkoba, jadi pasti ada trauma,” jelas Kirdi Putra.
Di sisi lain, Kirdi Putra juga mewajarkan kalau Ammar Zoni merasa tertuduh setiap kali Irish Bella menanyakan hal tersebut. Namun, bukan berarti salah satunya salah atau benar.
“Buat saya wajar dia bertanya untuk memastikan. Ketika Ammar merasa dituduh ya itu haknya Ammar. Sementara Ibel berhak membela diri kalau dia nggak nuduh. Siapa yang benar? ya dua duanya bisa benar,” jelas Kirdi Putra.
Menurut Kirdi Putra, kesalahan Ammar Zoni yang memperlihatkan dirinya bak pecundang ketika menyalahkan Irish Bella, karena membuatnya memakai narkoba lagi.
“Kalau misalnya Ammar merasa gara-gara dia merasa dituduh, terus dia merasa orang itu menghina dia sehingga dia pakai obat lagi karena stres dan nyalahin orang itu. Itu adalah respons seorang pecundang,” jelas Kirdi Putra. (src)











