Pagaralam, Sumselupdate.com – Kota Pagaralam mencatat persentase penduduk miskin terendah di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) pada Maret 2026, yakni sebesar 7,12 persen. Capaian tersebut menempatkan Pagaralam di posisi teratas dalam daftar daerah dengan tingkat kemiskinan terendah di Sumsel.
Berdasarkan data yang disampaikan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Palembang dengan merujuk publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah GoodStats, persentase penduduk miskin Pagaralam turun dari 7,70 persen pada Maret 2025 menjadi 7,12 persen pada Maret 2026.
Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Banyuasin dengan angka kemiskinan 8,28 persen, turun dari 8,48 persen pada tahun sebelumnya. Sementara itu, Kota Palembang berada di urutan ketiga dengan persentase penduduk miskin sebesar 8,35 persen, turun dari 9,04 persen.
Data tersebut menunjukkan bahwa Pagaralam memiliki persentase penduduk miskin lebih rendah dibandingkan Banyuasin dan Palembang. Meski demikian, angka tersebut merupakan persentase penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan, bukan jumlah keseluruhan warga miskin di masing-masing daerah.
Kemiskinan Pagaralam Turun 0,58 Poin Persentase
Penurunan persentase penduduk miskin di Pagaralam mencapai 0,58 poin persentase dalam setahun, berdasarkan perbandingan data Maret 2025 dan Maret 2026.

Capaian ini menjadi gambaran perkembangan kondisi kemiskinan di Kota Pagaralam. Namun, persentase kemiskinan yang rendah tetap perlu diikuti dengan upaya menjaga daya beli masyarakat, memperluas kesempatan kerja, serta meningkatkan pendapatan rumah tangga.
Sementara itu, Kepala Diskominfo Kota Palembang, Kemas Haikal, menyampaikan bahwa persentase penduduk miskin di Palembang juga mengalami penurunan menjadi 8,35 persen pada Maret 2026.
“Alhamdulillah, berdasarkan data resmi BPS Kota Palembang per Maret 2026, persentase penduduk miskin Kota Palembang turun menjadi 8,35 persen. Ini turun 0,69 poin dibandingkan Maret 2025 yang masih di angka 9,04 persen. Dengan capaian ini, Palembang menempati posisi ketiga terendah se-Sumsel,” ujar Haikal, Sabtu (17/10/2026).
Menurut Haikal, penurunan angka kemiskinan di Palembang menjadi indikator perkembangan program penanggulangan kemiskinan yang dijalankan pemerintah kota bersama para pemangku kepentingan.
“Ini bukti bahwa program penanggulangan kemiskinan yang dijalankan Pemerintah Kota Palembang bersama seluruh stakeholder berjalan efektif dan tepat sasaran,” katanya.
Kemiskinan di Sejumlah Daerah Sumsel Masih di Atas 10 Persen
Di sejumlah kabupaten di Sumsel, persentase penduduk miskin masih berada di atas 10 persen. Berdasarkan data yang disampaikan Diskominfo Palembang, Kabupaten Musi Rawas mencatat angka kemiskinan 12,59 persen pada 2026, turun tipis dari 12,68 persen pada 2025.
Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) mengalami penurunan dari 15,25 persen menjadi 11,70 persen. Sementara itu, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) turun dari 11,84 persen menjadi 11,48 persen, Kabupaten Lahat dari 11,63 persen menjadi 11,04 persen, dan Kabupaten Ogan Ilir dari 11,69 persen menjadi 11,01 persen.
Adapun Kabupaten Musi Banyuasin mencatat penurunan dari 9,97 persen menjadi 9,07 persen. Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) turun dari 10,08 persen menjadi 9,48 persen, sedangkan Kabupaten Empat Lawang turun dari 10,48 persen menjadi 10,29 persen.
Perbandingan Angka Kemiskinan Kabupaten dan Kota di Sumsel
Berikut perbandingan persentase penduduk miskin pada 2025 dan 2026 berdasarkan data yang dihimpun dalam laporan ini:
| Kabupaten/Kota | 2025 | 2026 |
|---|---|---|
| Kota Pagaralam | 7,70% | 7,12% |
| Kabupaten Banyuasin | 8,48% | 8,28% |
| Kota Palembang | 9,04% | 8,35% |
| Kabupaten Muaraenim | 9,45% | 8,98% |
| Kabupaten Musi Banyuasin | 9,97% | 9,07% |
| Kabupaten OKU | 10,08% | 9,48% |
| Kabupaten OKU Selatan | 9,17% | 8,89% |
| Kabupaten OKU Timur | 8,86% | 8,55% |
| Kabupaten Lahat | 11,63% | 11,04% |
| Kabupaten Ogan Ilir | 11,69% | 11,01% |
| Kabupaten OKI | 11,84% | 11,48% |
| Kabupaten Musi Rawas | 12,68% | 12,59% |
| Kabupaten Empat Lawang | 10,48% | 10,29% |
| Kabupaten PALI | 9,26% | 8,86% |
| Kabupaten Muratara | 15,25% | 11,70% |
| Kota Prabumulih | 9,75% | 9,37% |
Data tersebut memperlihatkan bahwa Kota Pagaralam mencatat persentase penduduk miskin terendah di antara daerah yang tercantum, disusul Banyuasin dan Palembang.
Meski demikian, angka kemiskinan perlu dibaca bersama indikator lain, seperti kedalaman dan keparahan kemiskinan, tingkat pendapatan, serta akses masyarakat terhadap pekerjaan dan layanan dasar.
Upaya penanggulangan kemiskinan di Sumsel tetap membutuhkan program berkelanjutan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, penciptaan lapangan kerja, dan pemberdayaan ekonomi agar penurunan angka kemiskinan dapat dirasakan secara nyata oleh warga.
(**)







