PALI, Sumselupdate.com – Jelang musim panen 2021, petani padi di wilayah Rejosari, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mulai menggeluh.
Pasalnya, hasil panen yang digarap di lahan tidur milik Pertamina Pendopo itu tidak sesuai harapan, karena kurangnya modal untuk membeli pupuk serta pestisida pengendali hama.
Herlina, salah satu petani mengaku hasil panen tahun ini kurang begitu memuaskan, akibat kekurangan pupuk dan serangan hama walang sangit.
“Biasanya, kami mendapat 20 karung setiap petak sawah, tapi panen kali ini sepertinya tidak dapat karena padi banyak yang hampa kurang isinya,” ungkap Herlina, Kamis (29/7/21).
Diakui Herlina bahwa, tahun ini dirinya belum menerima bantuan benih maupun pupuk dari Pemda PALI.
“Kalau benih kami selalu dapat, tapi kalau pupuk tidak pernah dapat. Untuk tahun ini belum ada bantuan dalam bentuk apapun. Harapan kami, Pemda membantu pupuk dan alat pembajak sawah karena selama ini kami harus mengeluarkan biaya cukup besar hanya untuk menyewa alat bajak sawah,” harapnya.
Sementara itu, Ahmad Jhoni Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten PALI mengatakan, petani harus paham terkait status lahan karena pemerintah tidak berani menyalurkan bantuan apabila lahan yang digarapnya milik perusahaan.
“Lahan itu milik Pertamina, jadi kami tidak berani menyalurkan bantuan. Kalau memang itu sudah digarap petani, kami meminta pihak perusahaan untuk mengeluarkan dari hak milik perusahaan kepada petani agar pemerintah dalam memberikan bantuan tepat sasaran,” ungkap Jhoni. (adj)











