Modal Pistol Mainan, Paman dan Keponakan di Palembang Ini Lancarkan Perampokan

Salah satu tersangka memperagakan dalam melancarkan aksi perampokan saat diamankan di Mapolsek IB II Palembang, Kamis (25/2/2021).

Laporan Haris Widodo

Palembang, Sumselupdate.com – Apriadi (19) dan Iqbal (22), warga Jalan PSI Laut, Kelurahan 35 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II, Palembang, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) tergolong bernyali besar.

Bacaan Lainnya

Pasalnya, kedua pelaku yang masih bertalian darah yakni berstatus paman dan keponakan ini melakukan aksi perampokan di dalam gang rumah mereka, hanya bermodalkan pistol korek api alias pistol mainan.

Kedua tersangka mengeluarkan pistol mainan dan senjata tajam jenis pisau, jika korbannya tidak mau memberikan uang dan barang berharga miliknya.

Namun selincah-lincahnya tupai melompat, pasti akan jatuh juga. Nah, aksi keduanya harus terhenti setelah anggota Reskrim Polsek Ilir Barat (IB) II Palembang, membekuk keduanya, Rabu (24/2/2021).

Kapolsek Ilir Barat II Palembang, Kompol mengatakan, kedua tersangka merupakan residivis dengan kasus yang sama.

“Keduanya kami tangkap di kediamannya kemarin. Mereka memangsa warga asing yang baru masuk ke tempat mereka tinggal (Jalan PSI Laut),” ujarnya kepada awak media, Kamis (25/2/2021).

Barang bukti yang diamankan petugas Polsek IB II Palembang.

Dikatakan Kapolsek, ada enam laporan kepolisian yang diterima terkait aksi keduanya. Bandit kambuhan ini selalu beraksi setiap malam mulai pukul 19.00 WIB dan korbannya berjenis kelamin perempuan.

Dari keterangan kedua pelaku, daerah yang menjadi aksi perampokan mereka adalah di kawasan Kelurahan 35 Ilir, yakni di Lorong Kedukan 1, 2, dan Bunga Tanjung.

“Mereka ini sering berganti-ganti bila merampok kadang duet dan kadang bertiga dengan pelaku (EN) yang saat ini masih dalam pengejaran,” ujar Kapolsek lagi.

Ditambahkan Kapolsek, dari penangkapan kedua pelaku diamankan barang bukti berupa senjata tajam, handphone, dan barang lainnya.

Dikatakan Kapolsek, atas tindakkan perampokan yang dilancarkan, kedua pelaku dijerat dengan pasal 365 dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.

Sementara itu, tersangka Apriadi mengatakan, senpi tersebut baru dia dapatkan dari temannya.

“Itu baru aku dapet senpinyo. Senpi korek. Dan kami sehari dapet bisa Rp400 ribu-Rp500 ribu,” ungkap Apriadi. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.