Kualitas Udara Palembang Semakin Memburuk, IQAir Catat Angka 1.477

Writer: - Kamis, 15 Oktober 2026
Kabut asap menyelimuti Kota Palembang, Kamis (15/10/2026) pagi. Pantauan IQAir pukul 05.00 WIB mencatat angka kualitas udara mencapai 1.477 di kawasan GP PLM, sementara sejumlah titik lainnya juga berada pada level berbahaya sehingga masyarakat diimbau mewaspadai risiko gangguan pernapasan. (Foto; Sumselupdate.com/Muhammad Lubis)

Palembang, Sumselupdate.com – Kualitas udara di Kota Palembang, Sumatera Selatan, semakin memburuk pada Kamis (15/10/2026) pagi. Pantauan aplikasi IQAir pukul 05.00 WIB menunjukkan lima titik pemantauan berada pada level berbahaya, dengan angka tertinggi mencapai 1.477 di kawasan GP PLM.

Tingginya angka pencemaran udara tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap, terutama gangguan pada saluran pernapasan.

Read More

Berdasarkan data IQAir yang dipantau pukul 05.00 WIB, angka kualitas udara di kawasan GP PLM mencapai 1.477. Sementara itu, Sukarami dan Musi Dua masing-masing mencatat angka 852, Universitas Sriwijaya 688, serta Demang Lebar Daun 770.

Kondisi ini menunjukkan buruknya kualitas udara di sejumlah kawasan Palembang. Kabut asap juga dilaporkan mengurangi jarak pandang pada pagi hari sehingga lingkungan sekitar sulit terlihat dengan jelas.

Berdasarkan pemantauan tersebut, Palembang disebut menempati peringkat pertama sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di Indonesia pada pagi ini.

Kabut asap menyelimuti Kota Palembang, Kamis (15/10/2026) pagi. Pantauan IQAir pukul 05.00 WIB mencatat angka kualitas udara mencapai 1.477 di kawasan GP PLM, sementara sejumlah titik lainnya juga berada pada level berbahaya sehingga masyarakat diimbau mewaspadai risiko gangguan pernapasan. (Foto; Sumselupdate.com/Edwar Heryadi)

Masyarakat perlu memahami bahwa pencemaran udara bukan hanya persoalan kabut asap dan terbatasnya jarak pandang. Partikel halus yang terkandung dalam polusi udara juga dapat masuk ke saluran pernapasan dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

Salah satu polutan yang perlu diwaspadai adalah PM2.5, yakni partikel berukuran sangat kecil yang dapat menembus jauh ke dalam paru-paru. Paparan partikel ini berpotensi memicu iritasi mata dan tenggorokan, batuk, serta sesak napas.

Risiko tersebut dapat meningkat ketika seseorang terpapar dalam waktu lama atau melakukan aktivitas fisik di luar ruangan saat konsentrasi polusi sedang tinggi.

Warga yang memiliki riwayat asma, penyakit paru kronis, maupun gangguan jantung juga perlu lebih berhati-hati. Paparan polusi udara dapat memperburuk gejala penyakit yang sudah ada dan meningkatkan kebutuhan terhadap penanganan medis.

Anak-anak, bayi, lansia, serta masyarakat dengan kondisi kesehatan tertentu termasuk kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus selama kualitas udara berada pada tingkat berbahaya.

Untuk mengurangi risiko paparan, masyarakat diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama olahraga dan kegiatan fisik berat. Apabila terpaksa keluar rumah, penggunaan respirator yang sesuai, seperti N95, dapat membantu mengurangi paparan partikel halus jika digunakan dengan benar.

Warga juga disarankan menutup jendela ketika udara di luar tercemar, mengurangi masuknya asap ke dalam rumah, serta mengikuti informasi kualitas udara dari sumber resmi.

Apabila mengalami sesak napas, nyeri dada, atau gangguan pernapasan yang semakin berat, masyarakat sebaiknya segera mencari pertolongan medis.

Memburuknya kualitas udara di Palembang terjadi ketika kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah Sumatera. Kabut asap tidak hanya berdampak terhadap aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi meningkatkan risiko kesehatan apabila paparan berlangsung terus-menerus.

Karena itu, masyarakat diharapkan tetap waspada dan mengutamakan keselamatan, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan. Di sisi lain, pemantauan kualitas udara serta upaya pengendalian sumber pencemaran perlu terus diperkuat untuk mengurangi dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts