Kualitas Udara Palembang Masih Berbahaya, 5 Wilayah Catat Angka IQAir di Atas 400

Writer: - Selasa, 13 Oktober 2026
Polusi udara di Kota Palembang, Sumatera Selatan, masih berada pada level berbahaya pada Selasa (13/10/2026) pagi. Berdasarkan pemantauan IQAir, sejumlah wilayah mencatat angka kualitas udara di atas 400. Kondisi ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan dan terus memantau perkembangan kualitas udara. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Palembang, Sumselupdate.com – Kualitas udara di Kota Palembang, Sumatera Selatan, masih berada dalam kategori berbahaya berdasarkan pemantauan aplikasi IQAir pada Selasa (13/10/2026). Lima wilayah pemantauan mencatat angka kualitas udara di atas 400.

Berdasarkan data yang dipantau, angka kualitas udara di kawasan GP Plm mencapai 493, Universitas Sriwijaya 487, Sukarami 443, Musi 2 Palembang 439, dan Demang Lebar Daun 433.

Read More

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena paparan polusi udara dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti bayi, anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki gangguan pernapasan.

Masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan kualitas udara melalui aplikasi IQAir dan membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk. Penggunaan masker yang sesuai juga dapat menjadi salah satu langkah perlindungan saat harus beraktivitas di luar rumah.

Selain persoalan kualitas udara, kebakaran yang kembali terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukawinatan Palembang pada Senin (12/10/2026) malam turut menjadi perhatian di tengah kondisi udara yang buruk.

Masyarakat diingatkan agar tidak membakar sampah sembarangan karena asap hasil pembakaran dapat menambah pencemaran udara dan memperburuk kondisi lingkungan. Pembakaran sampah juga berpotensi menimbulkan gangguan pernapasan, khususnya bagi warga yang tinggal di sekitar lokasi pembakaran.

Cuaca Kering Tingkatkan Risiko Karhutla

Sementara itu, berdasarkan informasi Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, citra satelit cuaca Himawari-9 EH pada 12 Oktober 2026 pukul 05.10 UTC dan 05.20 UTC menunjukkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Sumatera Selatan masih sangat minim.

Kondisi tersebut menyebabkan cuaca kering diperkirakan masih berlanjut dalam sepekan ke depan.

Stasiun Meteorologi SMB II Palembang juga melaporkan kondisi vegetasi mulai mengering, terutama di wilayah Sumatera Selatan bagian timur, meliputi Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir, Banyuasin, dan Kota Palembang.

Vegetasi yang mengering lebih mudah terbakar sehingga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di kawasan lahan gambut.

Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama cuaca kering berlangsung.

Upaya pencegahan karhutla dan pembakaran sampah perlu dilakukan bersama untuk mengurangi sumber asap yang dapat memperburuk kualitas udara di Palembang dan wilayah sekitarnya.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts