Pagaralam, Sumselupdate.com – Kualitas udara di Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, berada pada kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif berdasarkan pemantauan IQAir pada 15 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB. Indeks Kualitas Udara atau Air Quality Index (AQI⁺ US) tercatat di angka 150, dengan konsentrasi polutan utama PM2.5 mencapai 55,4 mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat, terutama anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki gangguan pernapasan. Kelompok sensitif disarankan lebih berhati-hati dalam beraktivitas di luar ruangan selama kualitas udara masih berada pada kategori tersebut.
Berdasarkan data IQAir, PM2.5 menjadi polutan utama yang terdeteksi di Pagaralam. Partikel halus ini berukuran sangat kecil sehingga dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan dan berisiko mengganggu kesehatan apabila terpapar dalam kondisi tertentu.
Selain indeks kualitas udara dan konsentrasi PM2.5, pemantauan tersebut mencatat suhu udara mencapai 30 derajat Celsius, kecepatan angin sekitar 10 kilometer per jam, serta kelembapan udara sebesar 22 persen.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat diimbau mempertimbangkan kembali aktivitas fisik berat di luar ruangan, khususnya bagi kelompok yang rentan terhadap dampak polusi udara.
Apabila harus beraktivitas di luar, masyarakat dapat menggunakan respirator yang mampu menyaring partikel halus, seperti masker berstandar N95 atau yang setara. Penggunaan masker perlu disertai upaya mengurangi durasi paparan polusi.
Masyarakat juga disarankan memantau perkembangan kualitas udara secara berkala melalui layanan IQAir atau sumber pemantauan resmi lainnya. Angka indeks kualitas udara dapat berubah mengikuti kondisi atmosfer dan sumber polutan.
Data AQI 150 tersebut menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap kualitas udara di Pagaralam. Pemantauan secara berkala dan langkah pencegahan yang tepat diharapkan dapat membantu masyarakat mengurangi paparan polusi udara, terutama bagi kelompok sensitif.
(**)







