Kodok Beku Jadi Potensi Baru Ekspor Sumsel ke Eropa Barat

Writer: - Rabu, 23 Juli 2025
Kepala Karantina Sumsel Sri Endah Ekandari. (Sumselupdate.com/Istimewa)

Palembang, Sumselupdate.com – Eropa Barat menjadi tujuan baru ekspor komoditas asli Sumatera Selatan (Sumsel) yakni kodok beku yang dihasilkan dari beberapa kabupaten kota di Sumsel.

Artinya tak hanya kopi, karet, dan sawit saja komoditas unggulan sektor perkebunan, ekspor kodok beku bagian paha kodok asal Sumsel pun jadi komoditas menjanjikan untuk memperluas jangkauan Sumsel.

Menurut Kepala Karantina Sumsel Sri Endah Ekandari, ekspor paha beku kodok ini jadi potensi ekspor terbaru selain transaksi ke negara Asia Tenggara, Tiongkok, hingga Amerika Serikat (AS).

“Paha kodok jadi komoditas baru meskipun masih perlu penjajakan lagi. Lokasinya itu ada di sekitar seberang Pulau Kemaro,” katanya.

Sumsel memiliki kesempatan sebagai eksportir paha kodok beku, karena komoditas ini banyak ditemukan di beberapa wilayah seperti Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur dan Palembang.

Baca juga : Karantina Palembang Pastikan Kopi Sumsel Penuhi Standar Ekspor, OJK Dorong Pelaku Usaha Dapat Akses Pembiayaan

Meski menjanjikan, secara pertumbuhan ekspor, paha kodok beku belum termasuk dalam pengiriman khusus. Sebab ketersediaan dan pasokan produk tersebut masij jadi pekerjaan rumah pemerintah maupun petani.

Karena kuota tangkap kodok di wilayah potensial sulit mengejar target. Kondisi ini dipengaruhi, Sumsel belum memiliki ruang spesial untuk budidaya kodok, terutama kodok jenis sawah atau Fejervarya Cancrivora.

“Kalau negara yang menjadi importir itu ada di Belgia, Prancis, dan Swiss,” kata Sri Endah.

Baca juga : Harga Kelapa di Banyuasin Terjungkal, Petani Kecam Isu Pungutan Ekspor

Berdasarkan data hingga Juni 2025, Balai Karantina, Hewan, Ikan dan Tumbuhan (BKHIT), melaporkan nilai ekspor paha kodok beku mencapai 51.955 kilogram dan angka eksport tembus Rp8,96 miliar.

Nilai tersebut jika dibandingkan 2023, berada pada tren positif. Sebab transaksi eskpor meningkat. Tercatat pada 2023 lalu, ekspor frozen frog legs asal Sumsel mencapai Rp2,3 miliar dengan jumlah pengiriman total 17.076 kilogram.

Endah menyampaikan, paha kodok dari Sumsel merupakan hasil pencarian dan penangkapan alam dari beberapa daerah. Namun, tantangan saat ini adalah ketersediaan pasokan paha kodok Sumsel yang rendah.

“Terkendala dengan kuota tangkap. Tapi itu bukan ranah kami, jadi kalau memang seperti itu seharusnya pemerintah daerah bisa mendorong untuk pengembangan budidaya,” jelasnya. (Iya)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts