Ketua MPR RI Dukung Penyelenggaraan Pancasila Fest 2023

Kamis, 4 Mei 2023

Jakarta, Sumselupdate. com- Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) bersama Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) akan menyelenggarakan Pancasila Fest 2023. Ekspresi Pancasila, Satu Indonesia.

Penyelenggaraan dimulai di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) 10 Mei 2023. Kemudian lanjut ke Riau, Sulawesi Selatan, Papua, Aceh, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Sumatera Selatan, hingga puncaknya akan diselenggarakan di Gedung MPR RI Agustus 2023.

Read More

“Pancasila Fest 2023 merupakan terobosan menanamkan ideologi Pancasila kepada generasi muda bangsa melalui berbagai bentuk kegiatan yang menarik. Selain seminar dan workshop tematis Pancasila, juga akan ada penanaman pohon dan mewujudkan bank sampah, pagelaran seni dan budaya, mimbar kebangsaan dan deklarasi kebangsaan ekspresi Pancasila, satu Indonesia, dialog dan doa bersama pemuda dan mahasiswa lintas agama, serta pembubuhan prasasti Pancasila,” ujar Bamsoet usai menerima Pengurus GMKI di Jakarta, Rabu (3/ 5/2023).

Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, penanaman ideologi Pancasila sangat penting mengingat keberagaman, hanya bisa diwujudkan dengan komitmen kuat untuk mengelola kemajemukan dengan baik dan benar. Kegagalan mengelola kemajemukan dan ketidaksiapan sebagian masyarakat menerima kemajemukan tersebut, akan berpotensi mengakibatkan terjadinya gejolak sosial yang dapat mereduksi semangat persatuan dan kesatuan bangsa, menumbuhkan radikalisme, dan menimbulkan konflik horisontal.

“Kita dapat belajar dari referensi global, bahwa pada masanya, Uni Soviet dan Yugoslavia adalah representasi negara besar dan maju di kawasan Eropa Timur. Namun kegagalan membangun semangat kebersamaan, dan kelalaian merawat soliditas ikatan kebangsaan menyebabkan kedua negara besar tersebut terpecah-belah dan tercerai-berai,” jelas Bamsoet.

Dikatakan, setelah lewat tiga perempat abad usia kemerdekaan Indonesia dan di tengah modernitas zaman yang terus melaju, tantangan untuk menjaga dan merawat Pancasila tidak mudah. Kehidupan kebangsaan juga diperhadapkan pada berbagai paradigma yang menjadi antitesis dari nilai-nilai luhur Pancasila.

“Masih dapat kita rasakan indikasi untuk menggoyahkan dan merongrong Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara, khususnya melalui gerakan radikalisme. Meskipun hasil survei Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyatakan indeks potensi radikalisme di Indonesia cenderung mengalami penurunan, namun perlu dicatat bahwa indeks potensi radikalisme tahun 2020 masih berada pada kisaran 12 persen, dimana mayoritasnya mayoritas didominasi generasi muda,” papar Bamsoet. (duk)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts