Baturaja, Sumselupdate.com – Wacana pemerintah pusat yang dikabarkan akan menaikkan harga rokok hingga Rp 50ribu per bungkusnya mulai September mendatang menjadi perbincangan hangat tak terkecuali di Kabupaten Ogan Komering Ulu
Pro kontra bermunculan dari berbagai kalangan. Ada yang mendukung, banyak pula yang tidak setuju.
Seperti halnya Ketua DPRD OKU, Zaplin Ipani, yang tegas menyatakan ketidaksetujuannya atas wacana kenaikan cukai rokok tersebut.
Benar menurut dia, bahwa Pemerintah tengah berupaya meningkatkan pemasukan kas negara dengan menaikkan cukai rokok. Dan benar pula, analisis mengenai salah satu dampak menaikkan harga rokok yang disebut sebut kemungkinan dapat mengurangi jumlah perokok aktif di negara ini. Tapi itu, menurutnya, bukanlah solusi terbaik.
“Tidak setuju. Jangankan yang lain, kami pun berat kalau harga rokok segitu. Wacana menaikkan cukai rokok menurut saya bukan solusi terbaik,” tegasnya.
Yang namanya perokok kata dia, tetaplah perokok. Semahal apapun, bagi perokok, mereka tetap akan membeli rokok.
“Ekonomi sekarang sedang terpuruk. Sekarang ini saja harga rokok lumayan mahal, karenanya banyak pindah ke rokok yang murah. Kalau harga rokok naik menjadi seperti yang diwacanakan, perokok ya akan pindah ke rokok yang murah,” sebutnya.
Kalau pun jadi naik, apakah hal ini akan merembet kepada aksi borong rokok? Menurut Zaplin, tidak akan merembet ke sana.
“Perokok ya tetap perokok. Paling mereka pindah ke rokok murah,” tandas dia. (Yan)











