Palembang, Sumselupdate.com – Kabut asap yang menyelimuti Kota Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (8/10/2026), tidak hanya mengganggu kualitas udara, tetapi juga menyulitkan penumpang pesawat yang hendak bepergian melalui Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang.
Seorang penumpang Citilink rute Palembang-Jakarta mengungkapkan pengalamannya saat harus menunggu berjam-jam akibat penundaan penerbangan yang dipicu kondisi kabut asap. Penumpang yang meminta namanya tidak disebutkan itu mengaku baru dapat berangkat sekitar pukul 18.00 WIB, padahal jadwal keberangkatan semula pukul 10.10 WIB.
Penumpang tersebut menggunakan penerbangan Citilink QG 981 dengan jadwal tiba di Jakarta pukul 11.20 WIB, sebagaimana tertera pada tiket.
Namun, rencana perjalanan itu berubah setelah kondisi kabut asap di sekitar Bandara SMB II mengganggu operasional penerbangan.
“Kami naik Citilink tujuan Palembang ke Jakarta, Pak. Pesawat nomor QG 981. Rencana berangkat pukul 10.10 WIB dan tiba pukul 11.20 WIB berdasarkan keterangan di tiket,” ujarnya dalam kesaksian kepada Sumselupdate.com.

Ia mengatakan, penumpang sempat menerima informasi perubahan jadwal keberangkatan hingga dua kali. Setelah itu, mereka harus menghadapi ketidakpastian karena belum mendapat kepastian waktu keberangkatan berikutnya.
“Perubahan jadwal yang kami dengar dua kali. Setelah itu, waktunya tidak bisa ditentukan,” ungkapnya.
Situasi di ruang tunggu bandara pun semakin ramai karena banyak penumpang menunggu keberangkatan masing-masing. Kondisi tersebut membuat penantian terasa semakin sulit, terlebih ketika jadwal penerbangan belum dapat dipastikan.
Penumpang itu juga melihat petugas membagikan makanan ringan dan air minum kepada penumpang. Namun, menurut pengamatannya, pembagian tersebut tampaknya belum menjangkau seluruh penumpang yang terdampak penundaan.
“Kami melihat ada petugas yang membagikan snack dan air minum, tetapi tampaknya tidak terjangkau seluruh penumpang. Kondisi ruang tunggu ramai,” tuturnya.
Ia juga mendapat informasi mengenai penerbangan jemaah umrah dari Jeddah yang telah tiba di sekitar Palembang, tetapi tidak dapat mendarat akibat kondisi kabut asap. Pesawat tersebut kemudian dilaporkan kembali menuju Jakarta.
Berdasarkan informasi yang diterima penumpang, pihak maskapai menyampaikan pengumuman resmi bahwa penundaan penerbangan terjadi akibat cuaca buruk berupa kabut asap.
Jarak Pandang Turun hingga 400 Meter
Gangguan penerbangan akibat kabut asap juga terjadi pada sejumlah penerbangan lain di Bandara SMB II Palembang pada Kamis (8/10/2026).
Jarak pandang di kawasan bandara dilaporkan turun hingga sekitar 400 meter. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah pesawat tidak dapat mendarat dan harus dialihkan ke bandara lain atau kembali ke bandara keberangkatan.
Salah satu penerbangan yang terdampak adalah Garuda Indonesia GA 955 rute Jeddah-Palembang. Berdasarkan pembaruan operasional Bandara SMB II hingga pukul 15.00 WIB, penerbangan tersebut berstatus divert atau dialihkan.
General Manager Bandara SMB II Palembang, Ahmad Syaugi Sahab, membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebut jarak pandang berada di bawah batas minimum untuk operasional penerbangan.
“Visibility below minimal,” ujar Ahmad Syaugi Sahab.
Selain penerbangan internasional, sejumlah penerbangan domestik juga terdampak. Di antaranya Super Air Jet IU 933 rute Yogyakarta-Palembang dan Citilink QG 980 rute Jakarta-Palembang yang tercatat mengalami pengalihan.
Beberapa pesawat lainnya harus melakukan return to base (RTB), yakni kembali ke bandara keberangkatan. Penerbangan yang tercatat mengalami kondisi tersebut antara lain Garuda Indonesia GA 102 dan Citilink QG 9962 dari Jakarta, Super Air Jet IU 922 dari Jakarta, serta AirAsia AK 462 rute Kuala Lumpur-Palembang.
Gangguan juga terjadi pada penerbangan yang berangkat dari Palembang. Hingga pukul 15.00 WIB, sedikitnya 17 penerbangan keberangkatan tercatat terdampak, mencakup sejumlah rute seperti Jakarta, Pangkalpinang, Medan, Kuala Lumpur, dan Yogyakarta.
Konsentrasi PM2.5 Capai 743,4 Mikro gram per Meter Kubik
Kabut asap yang mengganggu aktivitas penerbangan tersebut terjadi ketika kualitas udara Palembang berada pada kondisi berbahaya akibat tingginya konsentrasi partikulat halus PM2.5.
Berdasarkan data pemantauan BMKG pada Kamis (8/10/2026), konsentrasi PM2.5 di Stasiun Talang Betutu mencapai 531,7 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada pukul 14.00 WIB. Sementara itu, Stasiun Musi 2 mencatat konsentrasi 447,8 µg/m³.
Kondisi lebih buruk tercatat pada dini hari hingga pagi. Konsentrasi PM2.5 di Stasiun Musi 2 sempat mencapai 721,3 µg/m³ pada pukul 04.00 WIB. Adapun Stasiun Talang Betutu mencatat angka 743,4 µg/m³ pada pukul 06.00 WIB.
BMKG menyebut konsentrasi PM2.5 berada pada level berbahaya sejak dini hari hingga pagi sebelum berangsur menurun.
Kondisi tersebut tidak hanya mengancam kesehatan masyarakat, tetapi juga mengganggu transportasi udara karena jarak pandang yang terbatas dapat memengaruhi keselamatan operasional penerbangan.
Masyarakat yang hendak bepergian melalui Bandara SMB II diimbau memantau informasi terbaru dari maskapai sebelum menuju bandara, terutama ketika kabut asap masih berpotensi mengganggu jadwal penerbangan.
Sementara itu, pengelola bandara terus memantau perkembangan jarak pandang dan kondisi cuaca. Penyesuaian operasional dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan penumpang dan awak pesawat.
Peristiwa ini memperlihatkan dampak kabut asap yang semakin luas, mulai dari pencemaran udara hingga terganggunya perjalanan masyarakat yang harus menunggu berjam-jam tanpa kepastian jadwal keberangkatan.
(**)







