Keluhkan Banyak Proyek ‘Arahan’, Kontraktor Lokal di Muba Gigit Jari

Kamis, 5 April 2018

Sekayu, Sumselupdate.com – Puluhan kontraktor yang tergabung dalam lima Asosiasi Pemborong Konstruksi, menggeruduk kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Kamis (5/4/2018).

Kedatangan mereka bertujuan menyampaikan aspirasi terkait tidak dilibatkannya kontraktor daerah dalam tender proyek pengadaan barang dan jasa yang dikelola DPKP Muba.

Rasa kekecewaan para pemborong pun kian memuncak saat kedatangan mereka yang hendak bertemu langsung dengan Kepala Dinas DPKP Muba, Mursalin, tak tercapai, Mursalin diklaim pemborong selalu menghindar bila ingin ditemui.

Emosi puluhan kontraktor hampir saja memantik keributan, karena kedatangan mereka hanya ditemui oleh staf DPKP Muba. Beruntung, keributan dapat diredam oleh anggota asosiasi lainnya.

Eka Nanda, Ketua Asosiasi Konstruksi Pemborong Indonesia (Aspeksindo) Perwakilan Kabupaten Muba  mengatakan,  kedatangan mereka bertujuan menyampaikan aspirasi terkait tidak dilibatkannya kontraktor daerah dalam tender proyek pengadaan barang dan jasa yang dikelola DPKP Muba.

Selama ini mereka mencoba bertemu dan berkomunikasi dengan Kadis DPKP Muba, namun kesannya selalu menghindar.

“Merasa tidak diindahkan oleh dinas terkait kami bersama para pemborong yang tergabung dalam lima asosiasi pemborong dan konstruksi hari ini ingin menanyakan langsung kenapa kontraktor asli putra daerah tidak dilibatkan dan diindahkan,” kata Eka Nanda.

‘’Bila memang DPKP Muba ingin menetapkan aturan dengan sistem tender bebas kita akan ikuti jalurnya. Karena berdasarkan pantauan di lapangan, sebagian paket pengadaan barang dan jasa yang dikelola DPKP adanya pengarahan dari orang tertentu,’’ ujar dia lagi.

Menurut dia, jika ingin mengacu pada aturan, perusahaan yang dilibatkan dalam proses tender tidak boleh dipinjampakaikan. Faktanya, ada salah satu pemenang tender menggunakan perusahaan orang lain, sedangkan pemilik perusahaan tersebut tidak mendapatkan paket proyek.

“Kedatangan kami hanya ingin menanyakan kenapa pengusaha konstruksi daerah tidak dilibatkan dalam proses pengadaan barang dan jasa. Sedangkan selama empat bulan setiap kali kami mencoba bertemu Kepala DPKP Muba selalu menghindar dengan alasan dinas luar, ” jelas Eka Nanda yang disambut teriakan para pemborong lainnya.

Eka Nanda menegaskan, mereka hanya berharap pejabat yang berkompeten di DPKP Muba ini bisa bertemu dan menjelaskan kenapa kontraktor lokal selalu gigit jari dan tidak diindahkan dalam pembangunan di Muba.

“Bila ke depannya tidak juga diindahkan, kami akan kembali datang ke DPKP Muba dengan massa yang lebih banyak lagi,” tegas Eka Nanda.

Sementara itu, Mujur, Kepala Bagian Kepegawaian DPKP Muba saat menemui kedatangan para pemborong menjelaskan, dirinya hanya menerima apa yang disampaikan para pemborong.

“Semua aspirasi mereka akan kita sampaikan dengan pimpinan DPKP Muba dan akan kita serap semua apa yang mereka sampaikan,” ucapnya. (est)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts