Kasus Penyelewengan Pajak, Andrianz Benarkan Keterangan Saksi

Andrianz Nalendra (31) selaku Direktur PT Felicia Tunas Persada (FTP) sebagai terdakwa kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Selasa (2/8)

Palembang, Sumselupdate.com – Perkara dugaan penyelewengan pajak dengan Andrianz Nalendra (31) selaku Direktur PT Felicia Tunas Persada (FTP) sebagai terdakwa kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Selasa (2/8).

Kali ini sidang atas kasus dugaan tidak membayar Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 2010 hingga 2012 itu dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi dan dihadirkan empat saksi dari Kanwil Ditjen Pajak Sumbagsel.

Dalam keterangannya keempat saksi menyebut tidak adanya setoran PPN dari PT FTP. Padahal, setoran PPN sudah diterima Andrianz dari beberapa rekanan yang seharusnya disetorkan kepada negara.

Selain itu juga mengatakan ada setoran PPN yang sudah disetor Andrianz. Namun, setoran itu lebih sedikit dari nilai yang seharusnya disetorkan. Dengan kata lain, ada selisih PPN yang tidak di bayarkan oleh Andrianz.

Menurut keempat saksi, untuk PPN yang tidak di bayarkan Andrianz dalam kurun waktu dua tahun ini sudah berkali-kali dilayangkan imbauan. Namun, sampai Andrianz ditangkap tidak ada tindak lanjut dari yang bersangkutan.

“Kita memiliki tiga sistem yang memonitor wajib pajak sehingga dari sana kita tahu siapa-siapa yang belum menyetorkan pajak. Untuk Andrianz, sampai sekarang tidak lagi menerima setoran pajak dari dirinya,” kata salah satu saksi, Nurita.

Menanggapi keterangan para saksi, Andrianz membenarkannya. Lalu majelis hakim yang diketuai Wisnu Wicaksono menutup sidang dan memerintahkan jaksa kembali mendatangkan saksi pada sidang pekan depan.

Pada sidang sebelumnya terdakwa didakwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yunita dengan Pasal 39 ayat (1) huruf i Undang-undang Nomor 6 tahun 1983 tentang ketentuan umum dan tata cara perpajakan, serta Pasal 39 ayat (1) huruf d.

Andrianz diduga tidak melaporkan PPN ke negara terhitung selama 2010 hingga 2012. Dirinya yang sudah menerima setoran pajak berupa Penyerahan Jasa Kena Pajak dari rekanan yang berstatus perusahaan BUMN seharusnya melaporkan dan membayar setoran itu ke negara.

Namun, oleh Andrianz, diduga masuk ke rekening pribadi untuk ia pakai sendiri. (pto)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.