Palembang, Sumselupdate.com – Hebohnya penipuan Kanjeng Dimas yang mengaku bisa menggandakan uang dalam waktu singkat dan banyaknya korban dari aksi itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol Djoko Prastowo mengatakan, sejauh ini para korban Kanjeng Dimas belum ada di wilayah Sumsel.
“Kalau ada masyarakat atau korban lainnya segera lapor ke polisi. Jadi cepat ditangani, sejauh ini korban Kanjeng Dimas belum ada,” ungkap Djoko, Rabu (5/10/2016).
Menanggapi terbongkarnya kasus tersebut, kepolisian di Sumsel telah menyebar anggota untuk mencari para korban Kanjeng Dimas. Jika nanti ada korban, pihaknya akan memfasilitasi laporan yang terpusat di SPKT Polda Sumsel.
“Masyarakat harus berfikir rasional, jangan mau cepat saja dapat untung. Nanti ujungnya rugi. Mudah-mudahan di Sumsel korbannya tidak ada,” pesan Kapolda Sumsel.
Diketahui, nama Kanjeng Dimas atau Taat Pribadi mencuat setelah Polda Jawa Timur melakukan penangakapan, pada Kamis (22/9/2016) lalu. Di mana, kasus ini terungkap usai petugas menemukan dua anak buah Taat bernama Ismail dan Abdul Ghoni.
Kedua korban ditemukan tewas di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah sekitar Juli 2016 lalu. Setelah diselidiki, ternyata kedua korban adalah anak buah Taat yang tewas dibunuh, untuk menutupi aksi penipuan Kanjeng Dimas yang menggandakan uang melalui cara mistis. (Man)











