KAHMI Sumsel Kecam Kekerasan terhadap Aktivis HMI di Mapolda, Joncik Muhammad Desak Pelaku Ditangkap

Writer: - Rabu, 14 Oktober 2026
Ketua Umum KAHMI Sumatera Selatan, Joncik Muhammad, mengecam dugaan kekerasan terhadap aktivis HMI yang tergabung dalam Aliansi Cipayung Plus saat hendak menggelar aksi demonstrasi di depan Mapolda Sumsel. Ia mendesak aparat mengusut tuntas kasus tersebut dan memberikan pendampingan hukum kepada para korban. (Foto: Sumselupdate.com/Istimewa)

Palembang, Sumselupdate.com – Ketua Umum Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sumatera Selatan, Dr. H. Joncik Muhammad, S.Si., SH., MM., MH., mengecam dugaan tindakan kekerasan terhadap aktivis HMI yang tergabung dalam Aliansi Cipayung Plus saat hendak menggelar aksi demonstrasi di depan Mapolda Sumatera Selatan.

Joncik menilai insiden yang terjadi pada Selasa (13/10/2026) tersebut mencederai prinsip demokrasi dan kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum.

Read More

Ia mengaku kecewa atas dugaan kekerasan yang dialami para kader HMI ketika hendak menyampaikan aspirasi terkait persoalan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan.

“Kami sangat kecewa atas adanya tindakan kekerasan yang dialami kader HMI yang tergabung di dalam Cipayung Plus saat akan melakukan aksi unjuk rasa terkait kabut asap di Mapolda Sumsel,” ungkap Joncik.

Menindaklanjuti insiden tersebut, Joncik mengatakan KAHMI Sumsel langsung berkoordinasi dengan para alumni HMI dan pihak terkait untuk memantau kondisi para korban serta menyiapkan pendampingan hukum.

Menurut Joncik, pendampingan dilakukan mulai dari memantau kondisi kader yang menjalani perawatan di rumah sakit hingga membantu proses pelaporan melalui tim hukum KAHMI.

“Setelah mengetahui adanya insiden ini, KAHMI Sumsel langsung berkoordinasi, mulai dari memantau kondisi para kader di rumah sakit hingga pendampingan hukum untuk para korban dalam melakukan pelaporan melalui tim hukum KAHMI,” ujar Joncik yang juga menjabat Bupati Empat Lawang.

Ia meminta aparat penegak hukum, khususnya Polda Sumsel, menangani kasus tersebut secara serius dan mengusutnya hingga tuntas.

Joncik menegaskan, setiap pihak yang terbukti melakukan kekerasan harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Ia juga meminta kepolisian menjamin keamanan masyarakat, terutama mahasiswa yang menyampaikan aspirasi melalui aksi demonstrasi.

“Kita meminta agar kasus ini ditanggapi serius dan semua pelaku segera ditangkap serta diproses sesuai hukum yang berlaku. Polda Sumsel harus memberikan rasa aman dan nyaman kepada massa aksi, terutama dari kalangan mahasiswa,” tegasnya.

Lebih lanjut, Joncik berharap insiden serupa tidak kembali terjadi di Sumatera Selatan. Menurutnya, kebebasan menyampaikan pendapat merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi yang harus dihormati dan dilindungi.

Ia juga berharap para aktivis mahasiswa yang menjadi korban segera pulih sehingga dapat kembali menjalankan aktivitas seperti biasa.

“Kita berharap kasus seperti ini tidak pernah terjadi lagi. Mengingat ini merupakan negara hukum yang demokratis, jangan sampai ada lagi kasus kekerasan seperti premanisme, terutama di wilayah Sumatera Selatan. Kita juga berharap adik-adik aktivis yang menjadi korban bisa segera pulih,” tutupnya.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts