Kabar Duka, Direktur RSUD Sekayu Berpulang

Jumat, 10 Juni 2022
Direktur RSUD Sekayu dr Makson Parulian Purba MARS semasa hidup.

Sekayu, Sumselupdate.com – Kabar duka datang dari keluarga besar Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Salah satu pelopor menjadikan RSUD Sekayu tempat rujukan belajar bagi dokter umum dan spesialis yakni dr Makson Parulian Purba MARS, berpulang.

Read More

Tutup usianya salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) terbaik Pemkab Muba menjadi kabar duka bagi pegawai dan seluruh jajaran RSUD Sekayu.

dr Makson Parulian Purba MARS yang menjabat sebagai Direktur RSUD Sekayu meninggal dunia pada Kamis (9/6/2022) sekitar pukul 22.47 WIB.

Pj Bupari Muba H Apriyadi mengungkapkan bahwa Pemkab Muba kehilangan salah satu ASN terbaik yang ada.

“Dedikasinya yang tidak kenal lelah, dedikasinya menjadikan RSUD Sekayu menjadi rumah sakit pusat layanan terbaik di Sumsel terus dilakukan sampai akhir pengabdiannya. Selamat jalan dr. Makson semoga Tuhan YME menerima segala kebaikkanya,” ungkap Apriyadi.

Beberapa hari yang lalu, RSUD Sekayu menjadi rujukan tempat pendidikan dokter umum serta menjadi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) oleh pihak Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sriwijaya (Unsri).

Direktur RSUD Sekayu, dr Makson Parulian Purba MARS mengatakan, rumah sakit umum ini sejak lima tahun lalu telah melaksanakan sebagai rumah sakit jejaring, yakni dari Fakultas Kedokteran (FK Unsri), adalah sebagai pendidikan.

Pj Bupari Muba H Apriyadi saat melihat jenazah Direktur RSUD Sekayu dr Makson Parulian Purba MARS.

Di mana baik dari profesi dokter, sedang menempuh jadi dokter maupun yang melaksanakan PPDS, akan memanfaatkan sebagai lahan proses pembelajaran.

“Artinya rumah sakit kita selain berfungsi sebagai layanan kesehatan bagi masyarakat, juga ikut serta dalam pengembangan ilmu di bidang kedokteran, dan perlu diketahui bahwa RSUD Sekayu sudah lebih dari lima tahun kerja sama dengan FK Unsri,” kata Makson, Rabu (8/6/2022) lalu.

Dikatakannya, untuk para mahasiswanya maupun dokter yang sedang mengambil spesialis melakukan pembelajaran ataupun mengaplikasikan ilmunya dalam bentuk pelayanan kepada masyarakat.

“Nah dalam rangka tersebut, guna tetap menjaga mutu, selain itu di RSUD Sekayu pun ada dokter ataupun dosen pembimbing, tenaga pengajar pembimbing, mereka melakukan super visi untuk melihat sejauh mana proses pembelajaran agar mutu yang diharapkan itu sesuai dengan standar dari akreditasi FK UNSRI saat ini di level A,” terangnya.

Selama ini pembelajaran khusus yang dijalankan di RSUD Sekayu ada empat bagian besar, ialah ilmu penyakit anak, ilmu penyakit dalam, ilmu penyakit bedah, ilmu kebidanan.

“Saat ini mereka menjadikan RSUD Sekayu sebagai proses pembelajaran. Sedangkan untuk pendidikan dokter spesialis, seperti mata, bedah, lalu neorologi, THT, dan mungkin kedepan akan terus bertambah, karena selama ini rumah sakit pendidikan utama dijalani FK UNSRI adalah RSMH Palembang, di sana tentu terlalu tinggi levelnya. Nah dalam komptensinya para dokter ini membutuhkan kasus untuk level RSUD Tipe C ataupun Tipe B,” bebernya. (rel)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts