Jakarta, Sumselupdate.com – Wakil Ketua MPR RI Dr HM Hidayat Nur Wahid (HNW) menerima kunjungan Yang Dipertuan Dewan Undangan Negeri Trengganu Malaysia, Dato’ Haji Mohd. Nor bin Hamzah dan delegasi.
Kedua pihak bertemu di Ruang Kerja Wakil Ketua MPR, Gedung MPR Jakarta (17/7/2024). Pertemuan tersebut membahas hubungan antar kedua negara, mulai dari masalah pendidikan, politik, ekonomi hingga dunia internasional.
Keduanya sepakat pentingnya parlemen Indonesia dan Malaysia meningkatkan peran untuk perkuat hubungan kedua negara.
Menyangkut masalah Pendidikan, Dato’ Haji Mohd. Nor bin Hamzah menanyakan perihal kemajuan dunia pendidikan di Indonesia.
Termasuk kemungkinan menambah jumlah pertukaran pelajar antar kedua negara. Yang Dipertuan Dewan Undangan Negeri Trengganu mengisyaratkan keinginannya memperbanyak jumlah pelajar dari Malaysia belajar di Indonesia.
Menyinggung masalah politik, Haji Mohd. Nor bin Hamzah memuji keberhasilan Indonesia melaksanakan pemilu 2024 dengan baik.
Sekalipun perjalanan pemilu kali ini, penuh dengan persoalan yang harus diselesaikan hingga ke Mahkamah Konstitusi.
Ketua Parlemen di Trengganu, itu berharap, Pilkada serentak yang akan segera dilaksanakan, juga akan berlangsung lancar, sesuai harapan masyarakat.
Terkait kondisi dunia internasional khususnya penyerangan Israel terhadap Palestina, Haji Mohd. Nor bin Hamzah berharap Indonesia sebagai negara muslim terbesar kedua di dunia bisa meningkatkan peran yang sudah dilakukan selama ini. Sementara Malaysia akan menjadi negara yang mendukung sikap dan perjuangan Indonesia untuk akhiri genosida di Gaza dan penjajahan Israel atas Palestina, agar segera terwujudlah negara Palestina yang merdeka.
Di akhir pertemuan, Haji Mohd Nor bin Hamzah mengundang Wakil Ketua MPR untuk melakukan kunjungan balasan ke Malaysia, atau menghadiri Konferensi Internasional yang akan mereka selenggarakan di bulan Oktober 2024.
Hidayat mengaku merasa terhormat, dengan Kedatangan Ketua Parlemen di Trengganu, untuk kali kedua sekalipun dengan figur berbeda.
Menurut Hidayat, sistem demokrasi di Malaysia sudah berkembang dengan baik. Sekalipun sistem demokrasi yang dibangun di sana memiliki kekhususan dan tidak sama persis dengan Indonesia.
Yang penting, lanjut dia, tetap berorientasi untuk meningkatkan kemaslahatan dan kemajuan Rakyat dan Negara, dengan terus membangun komunikasi yang lebih meluas bagi kemajuan demokrasi, juga kehidupan berbangsa dan negara. Sekaligus menjadi Solusi terhadap permasalahan di tingkat lokal, regional maupun global.
“Seperti Palestina adalah masalah global. Itu bisa jadi ajang pembuktian kemampuan kolaborasi antara Indonesia dan Malaysia yang memiliki sikap serupa terkait Palestina. Dato Sri Anwar Ibrahim (PM Malaysia) bahkan berkomitmen dukung sikap presiden terpilih Prabowo Subianto untuk membantu Palestina, bahkan bersama-sama mengirim pasukan perdamaian bila ditugaskan PBB.
Keinginan tersebut, menurut HNW bisa dilakukan. Apalagi negara barat dan timur tengah sangat percaya pada Indonesia dan Malayasia. Baik karena sistem demokrasinya maupun Islam moderat yang berkembang dikedua negara.
Untuk itu Indonesia maupun Malaysia perlu melakukan maksimalisasi usaha, misalnya dengan mengajukan koreksi terhadap keterlibatan Israel di ajang olahraga internasional, baik dalam event Olimpiade maupun kegiatan sepakbola di bawah naungan FIFA. Seperti yang sudah dilakukan terhadap Afrika Selatan maupun Rusia. (**)











