Jakarta, Sumselupdate.com – Wakil Ketua MPR Dr. H.M. Hidayat Nur Wahid (HNW) menyambut baik rencana OIC (Organization of Islamic Cooperation) Youth Indonesia menyelenggarakan International Youth Summit pada 28-29 September 2024.
Penyelenggaraan International Youth Summit ini memberi ruang bagi anak muda untuk berkiprah dan membuktikan anak muda termasuk Indonesia, layak dipercaya untuk menyelenggarakan event di tingkat lokal maupun internasional.
“Dalam konteks Indonesia juga untuk membuktikan pada dunia bahwa pemuda Indonesia mampu untuk membersamai beragam gerak dunia internasional termasuk terkait OIC, karena latar belakang didirikannya OIC sangat jelas, yaitu mendukung Palestina atas kejahatan penjajahan Israel termasuk pembakaran mereka atas masjid Al Aqsha ,” kata Hidayat Nur Wahid ketika menerima audiensi OIC Youth Indonesia, di Gedung MPR Jakarta, Selasa (16/7/2024).
Dalam audiensi ini perwakilan OIC Youth Indonesia mengundang Hidayat Nur Wahid sebagai pembicara dalam International Youth Summit.
Menurut HNW, sapaan Hidayat Nur Wahid, apa yang dilakukan OIC dalam konteks Indonesia merupakan hal yang prinsip. Sebab, Indonesia termasuk salah satu pendiri OIC, dan OIC dulu didirikan sebagai respons negara-negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam akibat terjadinya kejahatan Israel dengan membakar Masjid Al Aqsa.
“Sampai hari ini Masjid Al Aqsa bukan lebih bagus dibanding saat itu. Israel semakin jahat dan nasib Masjid Al Aqsa semakin mengkhawatirkan. Ditambah kejahatan penjajahan Israel yang makin meluas dan makin brutal melanggar hukum internasional termasuk isolasi dan genosida yang diberlakukan Israel terhadap Palestina, dibanding tahun 1969 saat OIC didirikan. Maka OIC dan Palestina semestinya harus bersatu padu mewujudkan cita-cita OIC sesuai akta pendiriannya, dalam konteks ini menyelamatkan Masjid Al Aqsa, dan kemerdekaan Palestina,” kata HNW.
Dalam kontek Indonesia, HNW mengharapkan Indonesia yang ikut mendirikan IOC agar berkontribusi lebih kuat mendorong dan mengingatkan seluruh negara anggota OKI bersatu padu. Apalagi negara non Islam dan non OIC lebih tegas membela Palestina.
Misalnya, Brasil yang mengusir bangsa Israel, Chili yang menarik duta besarnya dari Israel, Bolivia yang memutus hubungan dengan Israel, Spanyol yang mengajak negara-negara Eropa untuk mengakui negara Palestina.
HNW menyetujui bahwa di antara kunci kemenangan di Gaza Palestina kalau faksi-faksi di Palestina bersatu, terutama Fatah dan Hamas.
Dalam upaya ini, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla sudah bertemu dengan Pimpinan tertinggi Hamas di Qatar, dan mengajak rekonsiliasi dengan Fatah.
“Beberapa negara juga sudah mengupayakan. China sudah mengundang ke Beijing, dan mereka datang. Presiden Rusia juga mengundang ke Moskow, mereka datang. Tapi belum ada hasil yang efektif seperti diharapkan,” paparnya. (**)











