Herman Deru Minta Penguatan Posyandu Tak Abaikan Pelayanan untuk Kelompok Rentan

Writer: - Rabu, 19 November 2025
Gubernur Sumatera Selatan Dr H Herman Deru membuka Rapat Koordinasi Daerah Penguatan Transformasi Posyandu sebagai Lembaga Kemasyarakatan Desa untuk Kesejahteraan Masyarakat dengan Pelayanan 6 Standar Pelayanan Minimal Tahun 2025 di Beston Hotel Palembang, Selasa (18/11/2025) sore. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa).

Palembang, Sumselupdate.com – Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru menegaskan pentingnya penguatan fungsi Posyandu sesuai amanat Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 tanpa mengabaikan tujuan utama lembaga tersebut.

Hal itu disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Daerah Penguatan Transformasi Posyandu sebagai Lembaga Kemasyarakatan Desa untuk Kesejahteraan Masyarakat dengan Pelayanan Enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) Tahun 2025 di Beston Hotel Palembang, Selasa (18/11/2025) sore.

Read More

Sebagai Penasehat Tim Pembina Posyandu Sumsel, Herman Deru kembali mengingatkan bahwa keberadaan Posyandu bertujuan memberikan pelayanan kepada kelompok masyarakat yang paling membutuhkan, seperti bayi, balita, ibu hamil, dan lansia. Ia meminta para kader memahami kembali esensi pembentukan Posyandu.

Dalam arahannya, Gubernur dua periode itu menekankan bahwa kader Posyandu harus menjalankan tugas dengan riang dan ikhlas. Menurutnya, semangat tersebut sudah menjadi ciri khas kegiatan Posyandu sejak dulu.

“Tujuan pokok lahirnya Posyandu adalah membantu kaum lemah. Jangan sampai inti pelayanan ini terabaikan,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa Permendagri terbaru memberikan perluasan tugas bagi Posyandu. Jika sebelumnya hanya fokus pada bidang kesehatan, kini Posyandu juga mencakup layanan lain seperti pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman, dan sosial. Meski begitu, ia meminta agar perluasan tersebut dilakukan secara bertahap.

“Permendagri tetap kita jalankan, tetapi maksimalkan dulu tupoksi dan kader yang sudah ada. Jangan dipaksa ditambah. Orientasi awal tetap sama, yaitu melayani kelompok rentan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Herman Deru juga menyoroti capaian Sumsel dalam menurunkan angka stunting. Ia menyebut Sumsel pernah dinobatkan sebagai provinsi dengan penurunan stunting terbaik dan pada 2025 menjadi provinsi dengan prevalensi stunting terendah kedua secara nasional. Capaian tersebut dinilai tak lepas dari peran Posyandu.

“Kita ingin memastikan yang sudah baik tetap berjalan, sambil melakukan pengembangan termasuk rekrutmen kader baru,” jelasnya.

Ia meminta pesan tersebut diteruskan ke daerah. Menurutnya, setiap kabupaten/kota memiliki kondisi berbeda, sehingga skala prioritas harus disesuaikan dengan kebutuhan lokal.

“Jangan sampai terlalu fokus pada restrukturisasi organisasi hingga tugas utama terabaikan. Posyandu Sumsel ini luar biasa. Pertahankan semangat itu,” katanya.

Terkait pengembangan layanan, Herman Deru meminta seluruh daerah melakukan validasi data dan laporan pascarakor. Pengembangan harus mempertimbangkan aspek paling mendesak, mulai dari kesehatan hingga layanan sosial. Ia juga meminta Tim Pembina Posyandu Sumsel mendalami sumber pendanaan agar pengelolaannya lebih jelas dan terarah.

“Pelajari dulu sumber pendanaannya. Apakah melekat di OPD atau skema lain. Kita harus serius karena dari Posyandu inilah banyak perubahan besar bermula,” ujarnya.

Selain itu, ia menegaskan komitmen Sumsel dalam pengembangan health tourism, di mana penguatan layanan dasar seperti Posyandu menjadi bagian penting dalam persiapan.

Sementara itu, Ketua Tim Pembina Posyandu Sumsel Hj. Feby Deru menyampaikan bahwa Posyandu selama ini dikenal sebagai layanan kesehatan yang dekat dengan masyarakat. Dengan regulasi baru, Posyandu kini bertransformasi menjadi lembaga yang memberikan pelayanan sesuai enam SPM bersama OPD mitra.

Rakorda bersama kabupaten/kota se-Sumsel ini merupakan tindak lanjut Rakornas pada 22 September 2025 untuk meningkatkan koordinasi, sinergi, serta evaluasi program kerja agar pelaksanaan SPM berjalan sesuai aturan hingga tingkat desa.

“Beberapa Posyandu di daerah bahkan telah menerapkan layanan SPM seperti bedah rumah, pemberian kotak sampah, APAR, dan lainnya,” kata Feby. Ia menilai penyamaan persepsi sangat penting untuk mengoptimalkan kinerja Posyandu.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Sumsel Drs. H. Sutoko, M.Si., serta jajaran terkait lainnya.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts