Palembang, sumselupdate.com – Pertumbuhan Ekonomi di Sumatera Selatan (Sumsel) pada triwulan IV 2023 mengalami pertumbuhan sebesar 5,08 persen berdasarkan rilis dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel. Sedangkan pada triwulan IV-2022 mengalami pertumbuhan sebesar 4,94 persen (y-on-y).
Kepala BPS Provinsi Sumsel Moh Wahyu Yulianto mengatakan tumbuhnya perekenomian Sumsel di 2023 dihitung berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 629,10 triliun dan PDRB per kapita mencapai Rp71,95 juta.
Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 13,14 persen.
Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non Profit yang melayani Rumah Tangga (LNPRT) yang tumbuh sebesar 6,78 persen.
Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 13,56 persen.
Baca juga : Jadi Nominasi 20 Besar Nasional, Tim BPS Pusat Cek Langsung Desa Bailangu Muba
Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Pengeluaran Konsumsi LNPRT yaitu sebesar 7,70 persen. Kemudian, dari sisi pengeluaran Komponen Impor Luar Negeri yang menjadi faktor pengurang dalam PDRB mengalami pertumbuhan sebesar 20,42 persen.
Wahyu mengatakan rilis pertumbuhan ekonomi Triwulan IV itu merupakan akumulasi secara tahunan 2023. Pertumbuhan tersebut meliputi quartal to quarta (q to q), year on year (y to y) dan cumulative to cumulative ,( c to c).
Menurut Moh Wahyu Yulianto angka pertumbuhan ekonomi di level 5,08 sudah cukup bagus dibandingkan nasional 5,05 persen. Jika dibreakdown lagi per Provinsi, posisi Sumsel bahkan berada tertinggi ke-12 di Indonesia.
Baca juga : Tekan Kemiskinan, Muba Koordinasi Program Pengentasan Kemiskinan ke BPS Pusat
“Artinya banyak daerah yang pertumbuhannya di bawah itu,” jelasnya.
Wahyu mengatakan kondisi ekonomi bukan hanya kinerja regional tapi secara nasional karena saat ini pasar sudah sangat terbuka. Apa yang ada di Sumsel menurutnya juga dipengaruhi provinsi lain juga internasional apalagi Pemprov Sumsel mampu mengekspor.
“Ekspor ini tantangannya terutama untuk komoditas ekspor ini seperti tambang batubara apalagi kedepan ada kebijakan mengurangi karbon. Kedepan tambang akan semakin berkurang maka sektor lain diharapkan perannya dapat diperbesar,” tutupnya (**)











