Jakarta, Sumselupdate.com – DPR RI mendorong optimalisasi hubungan bilateral Indonesia dan Jerman melalui diplomasi parlemen, dengan memperkuat kerja sama di bidang perdagangan, investasi, pendidikan, pariwisata, industri, serta pengelolaan sumber daya alam.
Upaya tersebut menjadi bagian dari peran DPR RI dalam mempererat kemitraan kedua negara di tengah dinamika global dan perubahan tatanan dunia menuju multipolar.
Penguatan kerja sama tersebut mengemuka dalam rangkaian pertemuan antara DPR RI dan Delegasi Parlemen Jerman di Ruang Delegasi, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/10/2026). Pertemuan tersebut melibatkan Komisi I DPR RI dan Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) Parlemen Indonesia–Jerman yang berada dalam lingkup Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI.
Wakil Ketua BKSAP DPR RI Muhammad Husein Fadlulloh menjelaskan, pertemuan GKSB Parlemen Indonesia–Jerman menjadi ruang untuk bertukar pandangan mengenai sejumlah isu strategis, antara lain sistem perdagangan Indonesia, hubungan Indonesia dengan Uni Eropa, serta pandangan Indonesia terhadap peran ASEAN dalam dinamika kawasan.
“Kami melakukan beberapa diskusi. Ada pertanyaan dari delegasi Jerman mengenai bagaimana sistem perdagangan di Indonesia dan bagaimana Indonesia melihat Uni Eropa, khususnya Jerman, dengan perspektif yang baru. Mereka juga menanyakan bagaimana Indonesia memandang ASEAN,” ujar Politisi Fraksi Partai Gerindra itu usai pertemuan.
Baca juga: DPR Dorong Penguatan Kerja Sama Strategis Indonesia–Jerman di Berbagai Sektor
Husein mengatakan, kedua pihak turut membahas peluang penguatan kerja sama di bidang pendidikan, investasi, dan pengelolaan sumber daya alam. Indonesia dan Jerman memiliki komitmen menjaga hubungan bilateral yang positif serta mengembangkan bidang-bidang kerja sama yang menjadi kepentingan bersama.
Dalam bidang pendidikan, DPR RI berharap kesempatan bagi mahasiswa Indonesia untuk menempuh pendidikan di Jerman dapat terus diperluas. Hal tersebut penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui akses terhadap pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan.
“Kami meminta kepada pihak Jerman agar pendidikan di Jerman tetap gratis dan agar kami dapat mengirimkan putra-putri terbaik bangsa untuk memperoleh ilmu di Jerman,” jelas Husein.
Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto menilai hubungan Indonesia dan Jerman masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan, khususnya dalam meningkatkan perdagangan, investasi, dan kunjungan wisatawan. Menurutnya, diplomasi antarparlemen perlu memberikan kontribusi nyata bagi penguatan hubungan bilateral kedua negara.
Baca juga: Jamin Kepastian Hukum Hak Keuangan DPRD Sumsel, Kemenkum Sumsel Harmonisasikan Rapergub Perubahan
“Saya sendiri selalu menginginkan agar hubungan antarparlemen ini dapat membantu hubungan kedua negara. Hubungan bilateral perdagangan kita selama ini masih mengalami defisit hampir 900 juta dolar AS. Sesungguhnya Jerman dapat berinvestasi di banyak sektor,” ujar Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu.
Dia menambahkan, peluang kerja sama di bidang pariwisata juga masih terbuka luas. Saat ini, jumlah wisatawan Jerman yang berkunjung ke Indonesia diperkirakan sekitar 270 ribu orang per tahun.
Angka tersebut masih dapat ditingkatkan hingga mencapai 500 ribu orang, mengingat sekitar 40 juta warga Jerman melakukan perjalanan ke luar negeri. Menurut Utut, pembukaan penerbangan langsung dari Frankfurt ke Jakarta atau Bali dapat membantu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus mempererat hubungan masyarakat kedua negara.
“Antara potensi dan capaian yang ada saat ini masih terdapat kesenjangan yang besar. Kita memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadikan hubungan ini jauh lebih baik daripada sekarang,” katanya.
Utut menegaskan, Jerman merupakan salah satu mitra strategis Indonesia di Eropa sekaligus pilar ekonomi kawasan tersebut. Karena itu, dia berharap hubungan kedua negara dapat terus diperkuat melalui berbagai jalur, termasuk diplomasi parlemen, guna mendorong peningkatan kerja sama yang saling menguntungkan.
Dari pihak Jerman, Ketua Grup Parlemen ASEAN di Bundestag Jerman, Malte Kaufmann, menyampaikan, kunjungan delegasi lintas partai tersebut bertujuan memperkuat hubungan dengan Indonesia dan membangun kerja sama jangka panjang. Kedua negara perlu meningkatkan kolaborasi di tengah perubahan tatanan dunia menuju sistem multipolar.
“Hari ini kami datang dari Parlemen Jerman bersama kelompok yang terdiri atas berbagai partai politik ke Indonesia untuk memperkuat hubungan kami. Kami membahas bagaimana kedua pihak dapat bekerja sama dengan lebih baik pada masa mendatang, sekaligus saling mendukung sebagai lembaga parlemen,” katanya dalam penyampaian yang sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.
Kaufmann menambahkan, sejumlah sektor yang memiliki peluang untuk dikembangkan bersama meliputi industri, bahan baku, sektor maritim, dan pariwisata. Dia menilai Indonesia merupakan mitra penting bagi Jerman dalam menghadapi dinamika global yang terus berubah.
“Dunia sedang berubah menuju tatanan multipolar. Kita perlu bekerja sama dengan lebih erat. Indonesia adalah mitra penting, dan bersama-sama kita dapat membangun masa depan yang lebih baik,” katanya.
Dia juga menyampaikan harapan agar hubungan Indonesia dan Jerman terus berkembang, termasuk dalam bidang ekonomi. Kedua negara memiliki sejumlah kepentingan bersama yang dapat menjadi landasan bagi peningkatan perdagangan dan kerja sama jangka panjang, termasuk perdagangan produk berkualitas serta dukungan terhadap keanggotaan Indonesia dalam Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD).
Penguatan hubungan Indonesia–Jerman juga memiliki arti penting menjelang peringatan 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara.
Melalui komunikasi dan kerja sama antarlembaga legislatif, DPR RI bersama Parlemen Jerman diharapkan dapat memperluas ruang dialog, mengidentifikasi kepentingan bersama, serta mendorong tindak lanjut konkret bagi peningkatan kerja sama bilateral di berbagai sektor.
Dengan demikian, diplomasi parlemen tidak hanya menjadi sarana pertukaran pandangan, tetapi juga instrumen kelembagaan DPR RI untuk mendukung kepentingan nasional, memperkuat kemitraan internasional, dan mengoptimalkan potensi hubungan Indonesia–Jerman bagi pembangunan kedua negara. (duk)







