Dinas PU Bina Marga Sumsel Lelang Proyek Infrastruktur dengan Total Rp1,5 Triliun

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Sumsel, Darma Budhy.

Palembang, Sumselupdate.com – Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga melakukan pelelangan proyek infrastruktur di 17 kabupaten/kota di Sumsel dengan total dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp1,501 triliun.

Adapun rinciannya yakni proyek yang telah lelang fisik yaitu Rp801 miliar dan sisanya non fisik untuk gaji dan lainnya.

Read More

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Sumsel, Darma Budhy mengatakan kegiatan tersebut berupa peningkatan jalan, pemeliharaan berkala jalan, penggantian jembatan, dan penanggulangan bencana alam.

Dikatakannya, saat ini sedang disiapkan untuk proses pelelangan ada sebagian dan ada empat kegiatan yang sudah terlaksana atau berjalan dari dana alokasi khusus (DAK) yakni Terawas-Maur dan Ketanggan Tanjung Kemuning Gumawang, serta pembangunan Jembatan Lontar Kabupaten OKU.

“Sisanya sedang persiapan pelelangan mudah-mudahan Juni sudah sudah lakukan penandatanganan kontrak,” katanya, Kamis (6/5/2021).

Menurut Darma, anggaran pelelangan proyek tahun ini hampir sama tahun lalu. Hanya saja tahun ini, pihaknya mengajukan pinjaman Rp300 miliar ke PT SMI.

Dia menyebut, secara total ada 85 item pekerjaan sudah yang masuk dalam Dana Pelaksanaan Anggaran (DPA) dan menjadi prioritas sehingga sudah harus dilaksanakan. Anggarannya pun di luar dana bantuan gubernur.

Selain proyek pembangunan baru, ada pekerjaan lain yang masuk dalam pelelangan proyek tahun ini yaitu pemeliharaan berkala serta pembangunan dan penggantian delapan jembatan baru di OKU yakni Jembatan Air Raman, Kurup, dan Lontar.

Kemudian, di OKU Timur yakni Jembatan Sukaraja dan Sukaraja Tuha, Penukal Abab Lematang Ilir untuk Jembatan Air Golf dan Beracung, dan jembatan penghubung Kabupaten OKI dan Banyuasin yakni Jembatan Muara Sugihan.

“Ada empat kegiatan yang sudah berjalan, dua kegiatan dana DAK, satu pembangunan Jembatan Lontar di OKU, dan satu pembangunan Jembatan Air Sugihan OKI,” katanya.

Sementara itu, karena adanya larangan mudik meringankan pekerjaan Dinas PU-BM karena untuk kegiatan normal kegiatan proyek dilakukan pada bulan Juni dan setiap pekerjaan masa pemeliharaan enam bulan sehingga harus berakhir pada bulan Desember saja.

“Untuk daerah rawan longsor akan sediakan alat berat dengan bekerja sama dengan Kabupaten kota jika ada bencana alam. Antisipasi kecelakaan longsor, jalan putus juga disediakan contact center yang nantinya juga akan menjadi posko,” tutupnya. (ron)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.