PALI, Sumselupdate.com – Permasalahan bekas ceceran minyak mentah yang berasal dari pipa transfer milik PT Medco Energi yang bocor di Desa Sukaraja, Kecamatan Penukal, Kabupaten PALI, belum juga selesai.
Meski saat ini tengah dibersihkan pihak perusahaan Migas tersebut dengan melibatkan masyarakat sekitar, namun masih saja dipermasalahkan oleh Lembaga Gerakan Peduli Lingkungan (LGPL). Bukan masalah pembersihannya yang dipertanyakan, melainkan Dinas Lingkungan Hidup (LH) yang terkesan lamban dalam pengawasan serta mengeluarkan SOP.
Hal itu dikemukakan Wakil Ketua LGPL, Nasir Pidin bahwa pihaknya selaku perpanjangan dari masyarakat kecewa atas kinerja Dinas LH PALI. “Sampai hari ini susunan tim yang disepakati pada pertemuan di DPRD belum keluar dan pembersihan bekas ceceran tanpa pantauan dari LH,” ujarnya, Senin (13/3/2017).
Dia menegaskan akan menyampaikan masalah ini kepada Bupati PALI. “Kami bakal laporkan kinerja Dinas LH ke Bupati dan kami minta kinerja mereka dievaluasi. Sebab, sejauh ini pengawasan pembersihan bekas ceceran minyak milik Medco tanpa diawasi pihak dinas,” tandasnya.
Sementara itu, Bakrin, Kabid Lingkungan Hidup Dinas LH PALI membantah kalau pihaknya lepas tangan dalam permasalahan tersebut dan mengenai SOP, ia menilai sudah memenuhi standar, baik pekerja maupun peralatan.
“Dua kali kita ke lapangan, terakhir bersama anggota dewan dan LH provinsi. Saat kami tinjau pembersihan sudah mencapai 67 persen. Mengenai SOP, sudah memenuhi standar dan mengenai susunan tim pemantau sudah kami naikan ke Bupati, tinggal menunggu keluar saja,” ujarnya.
Terpisah, Adi Warsito, Sekretaris Komisi II DPRD PALI berharap permasalahan tersebut bisa cepat diselesaikan, serta semua pihak bekerja sesuai prosedur. “Semua pihak harus bekerja sesuai fungsinya, agar masalah ini cepat selesai, tanpa menambah masalah,” imbuhnya. (adj)











