Palembang, Sumselupdate.com – Dompet Dhuafa Sumatera Selatan (DD Sumsel) melaksanakan kegiatan kunjungan langsung ke mitra program Rumah Belajar Al-Qur’an (RBA) selama dua hari, 14-15 Mei 2025. Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda pembinaan dan penguatan program pendidikan Al-Qur’an di masyarakat.
Dalam agenda tersebut, tim mengunjungi empat titik Rumah Belajar Al-Qur’an binaan, yaitu LPQ Az-zuhruf (Gandus, Palembang), TPA Nurussibyan (Muara Padang, Banyuasin), TPQ AL-AKBAR (Talang Jambe, Palembang), dan TPA Nurussalam (Pemulutan, Ogan Ilir).
Kegiatan ini melibatkan tim Dompet Dhuafa Sumsel, para pengurus dan pengajar dari masing-masing TPA/TPQ, serta santri yang mengikuti kegiatan belajar mengaji secara rutin.
Kunjungan dilakukan sebagai bentuk monitoring dan evaluasi lapangan terhadap pelaksanaan program Rumah Belajar Al-Qur’an.
Selain itu, tim Dompet Dhuafa juga melakukan sosialisasi terkait kelanjutan program pembinaan, mendengarkan aspirasi para pengajar, serta mengidentifikasi kendala dan progres dari masing-masing Rumah Belajar.
Melalui kunjungan ini, dapat diserap kondisi riil yang dihadapi di lapangan, dan menjadikannya sebagai dasar pengembangan program agar lebih tepat sasaran dan berdampak luas. Kegiatan ini juga menjadi momen penting untuk menjaga silaturahmi dan semangat bersama dalam membangun generasi Qur’ani yang tangguh.
Tim Dompet Dhuafa Sumsel terjun langsung ke lapangan untuk melihat kegiatan belajar mengaji, berdiskusi dengan para pengajar dan pengurus, serta mencatat progres dan tantangan yang mereka hadapi. Tim menemukan bahwa meski pun semangat para ustaz dan ustazah sangat luar biasa, setiap RBA menghadapi kondisi yang unik.
Dalam diskusi yang berlangsung interaktif, beberapa RBA mengalami keterbatasan fasilitas seperti kekurangan buku Iqra, Al-Qur’an, atau ruang belajar yang belum memadai.
Di tempat lain, muncul tantangan dalam menjaga keaktifan santri karena waktu belajar yang bersinggungan dengan wali santri. Beberapa pengurus juga menyampaikan perlunya pelatihan mengajar dan sistem pelaporan belajar yang lebih terstruktur.
Terkait hal ini, Manajer Program DD Sumsel Penta Agustina, menjelaskan, “Kunjungan ini sangat penting bagi kami untuk melihat langsung bagaimana program RBA ini berjalan di lapangan. Kami ingin memastikan bahwa program ini benar-benar memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.”
Terlepas dari berbagai kendala, para pengajar merasa sangat terbantu dengan adanya program ini.
Ustaz Thoriq dari TPA Nurussalam OI mengungkapkan, “Rutinitas kita itu setiap hari mengaji, khusus malam Rabu dan malam Minggu kita belajar fiqih sholat. Alhamdulillah, kami sangat terbantu dengan adanya program Rumah Belajar Al-Qur’an ini dari Dompet Dhuafa”.
Ustaz Thoriq juga menyampaikan harapannya agar ke depan ada kurikulum bersama yang bisa menjadi panduan mengajar di seluruh RBA Dompet Dhuafa, serta kejelasan kembali mengenai pelaksanaan program wisuda akbar di akhir tahun.
Harapan ini sejalan dengan temuan tim di lapangan, bahwa adanya kurikulum dan target capaian akan sangat membantu dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
Penta Agustina menambahkan, “Kami juga mendapatkan banyak masukan dari para pengajar dan pengurus RBA. Masukan-masukan ini akan menjadi bahan evaluasi yang sangat berharga bagi kami untuk mengembangkan program RBA ini ke depannya.”
Selain itu, tim Dompet Dhuafa juga berkunjung ke salah satu tokoh DPR di Banyuasin, tepatnya Muara Padang, untuk bersilaturahmi dan membahas keberlanjutan program RBA dan program-program Dompet Dhuafa lainnya di Muara Padang.
Melalui kegiatan visiting ini, Dompet Dhuafa Sumsel berkomitmen untuk terus mendampingi, memperkuat, dan mengembangkan Rumah Belajar Al-Qur’an sebagai ruang tumbuhnya generasi yang cinta Al-Qur’an dan siap menjadi agen perubahan di masyarakat. (ril)











