Palembang, Sumselupdate.com – DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mendesak penguatan sistem keamanan keuangan sekolah menyusul adanya laporan mengenai pembobolan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) oleh peretas (hacker). Insiden ini menjadi peringatan keras bagi dunia pendidikan terkait kerentanan sistem digital.
Anggota Komisi V DPRD Sumsel, Fajar Febriansyah, menegaskan bahwa perlindungan terhadap anggaran pendidikan harus menjadi prioritas utama. Ia meminta Dinas Pendidikan segera berkoordinasi dengan pihak perbankan untuk mengevaluasi prosedur transaksi digital sekolah.
“Kami sangat menyayangkan insiden pembobolan dana BOS ini. Kejadian tersebut menunjukkan bahwa sistem keamanan keuangan sekolah masih sangat lemah dan harus segera diperketat,” tegas Fajar pada Selasa, (7/4/2026).
Menurut Fajar, dana BOS adalah urat nadi operasional sekolah yang menyangkut kepentingan banyak siswa. Ia menekankan bahwa tidak boleh ada celah sedikit pun bagi kejahatan siber untuk menyentuh anggaran negara yang diperuntukkan bagi pendidikan.
Ia juga menyarankan agar setiap sekolah menerapkan protokol keamanan ganda dalam setiap transaksi serta rutin melakukan pembaruan data secara berkala. Edukasi mengenai bahaya siber bagi pengelola keuangan sekolah juga dinilai sangat mendesak.
“Pihak bank penyalur dan sekolah harus memastikan sistem verifikasi berjalan berlapis. Jangan sampai anggaran pendidikan yang sangat dibutuhkan justru raib karena lemahnya proteksi digital,” tambahnya.
DPRD Sumsel berharap aparat penegak hukum segera mengusut tuntas kasus ini agar aliran dana yang dicuri dapat dilacak. Selain itu, Fajar mendorong adanya SOP baru yang lebih aman dalam pengelolaan keuangan sekolah guna menjamin keamanan dana di masa mendatang. (*)











